Korban Penipuan Laporkan Grab Toko ke Polda Metro Jaya

CNN Indonesia | Kamis, 07/01/2021 19:36 WIB
Sejumlah korban penipuan Grab Toko melapor ke Polda Metro Jaya. Laporan teregister dengan nomor laporan LP/96/I/YAN.2.5/2021/SPKT PMJ tertanggal 7 Januari 2021. Ilustrasi. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah korban melaporkan Grab Toko ke Polda Metro Jaya terkait dugaan penipuan, Kamis (7/1).

Salah satu korban, Dita menuturkan setidaknya ada sekitar 600 orang yang menjadi korban dalam dugaan penipuan ini. Kata Dita, ratusan korban tergabung dalam sejumlah grup.

"Ada dua grup WhatsApp dan satu grup telegram. Dua grup WhatsApp itu masing-masing 250 orang dan satu lagi di telegram itu 70 sampai 80 orang," kata Dita di Polda Metro Jaya, Kamis (7/1).


Dita menjelaskan kasus dugaan penipuan ini bermula saat dirinya tergiur dengan promo yang diberikan oleh Grab Toko. Karena promo tersebut, dirinya pun membeli sejumlah barang. Berdasarkan perkiraan, mestinya barang tersebut sudah tiba pada akhir Desember 2020, tapi hingga kini tak kunjung tiba.

Hingga Januari 2021, kata Dita, tak ada penjelasan dari pihak Grab Toko. Kemudian, pihak Grab Toko justru membuat sebuah unggahan bahwa uang mereka dibawa kabur oleh investor.

Dita menuturkan para korban kemudian membuat grup untuk saling berdiskusi. Setelah berdiskusi, lanjutnya, para korban sepakat untuk membuat laporan polisi.

"Kita konsumen kita udah bayar beli barang, kalau emang barangnya enggak ada diproses kembalikan uang kami, jangan menghilang gitu aja. Karena kemarin IG-nya enggak bisa kita akses sama CS-nya pun tidak balas chat kita sampai detik ini," tutur Dita.

Menurut Dita, kerugian yang dialami oleh ratusan korban ditaksir mencapai Rp1 miliar. "Kerugian kalau yang di grup saya gabung itu udah hampir 1 miliar. Sampai sekarang masih terus bertambah," ujarnya.

Laporan itu teregister dengan nomor laporan LP/96/I/YAN.2.5/2021/SPKT PMJ tertanggal 7 Januari 2021.

Pasal yang dilaporkan yakni dugaan tindak pidana penipuan melalui media elektronik dengan Pasal 28 ayat 1 Juncto Pasal 45 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Juncto Pasal 378 KUHP.

(dis/ugo)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK