Kalsel Masih Dikepung Banjir, Ketinggian Air Hingga 1 Meter

CNN Indonesia | Jumat, 15/01/2021 07:30 WIB
Banjir masih mengepung sebagian wilayah Kalsel akibat hujan deras yang mengguyur sejak beberapa hari lalu. Ilustrasi penanganan banjir di Kalsel. (Foto: BNPB)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebagian wilayah di Kalimantan Selatan (Kalsel) dikepung banjir sejak Kamis (14/1). Ketinggian air bervariasi hingga mencapai satu meter lebih. Jalur transportasi utama yang terputus sudah bisa dilalui.

"Rumah kena banjir," kata Zahratan, salah seorang warga di daerah Ratu Zaleha, Banjarmasin, "pagi ini masih hujan."

"Tetangga ada yang mengungsi di kantor koperasi yang lebih tinggi bangunannya," lanjutnya.


Warga Banjarmasin lainnya menyebut ketinggian banjir mulai masuk lingkungan rumahnya sekitar pukul 21.00 WIT. Ketinggiannya mencapai 5 -10 cm.

Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina, saat mengunjungi Kelurahan Karang Mekar dan Kelurahan Sungai Lulut yang terdampak banjir, meminta warga bersabar.

"Jadi ini akibat intensitas hujan yang sangat lebat dalam beberapa hari terakhir ini, sehingga sungai tidak dapat menampung debit air," ujarnya Rabu (13/1).

"Dengan adanya musibah ini saya minta masyarakat sabar, kemudian tetap mengusahakan agar saluran-saluran air tidak tersumbat," lanjut dia.

Pihaknya pun belum menetapkan siaga bencana banjir. "Status daerah kita hanya bencana non-alam, yakni Covid-19, tapi daerah kita tetap waspada karena sebagian daerah mengalami banjir," ujar Ibnu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel Mujiyat mengatakan wilayah terparah yang terkena banjir adalah Kabupaten Banjar dan Kabupaten Tanah Laut.

Di Tanah Laut, daerah yang terparah terkena banjir ialah Kecamatan Bati-Bati, Tambang Ulang, dan Kurau. Ketinggian air berkisar 50 centimeter hingga 1 meter.

Di Tanah Laut, banjir merendam jalan raya poros dari arah Banjarmasin menuju Pelaihari dan sebaliknya, sehingga arus lalu lintas juga dialihkan ke jalur alternatif.

Di Kabupaten Banjar, daerah paling terdampak Kecamatan Pengaron dari sepuluh kecamatan yang terjadi banjir. BPBD pun telah mendirikan dapur umum dan posko pengungsian bagi warga yang rumahnya terendam.

"Fokus kami tentunya penyelamatan warga untuk dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Kami imbau agar warga mengikuti anjuran petugas agar mengungsi," katanya, dikutip dari Antara, Kamis (14/1).

Selain itu, ada lima wilayah lainnya yang terdampak air pasang akibat tingginya curah hujan yaitu Kota Banjarbaru, Kabupaten Tapin, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kabupaten Balangan, dan Kabupaten Tabalong.

Di Kabupaten Tapin, warga yang terdampak banjir mencapai 85 kepala keluarga (KK) di RT 13 dan RT 14, Kelurahan Raya Belanti, Kecamatan Binuang. Ketinggian airnya 30-50 Cm.

Di Hulu Sungai Selatan, enam kecamatan terdampak banjir setinggi 20-150 Cm. Yakni, Kecamatan Loksado, Padang Batung, Kandangan, Angkinang, Telaga Langsat dan Sungai Raya.

"Semua personel dan sarana prasarana yang kami miliki telah dikerahkan," kata dia.

Raditya Jati, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, menyebut, berdasarkan analisis prakiraan cuaca BMKG, menyebut ada kabupaten dan kota di Kalsel yang berpotensi terkena banjir pada Januari.

Wilayah-wilayah itu antara lain Balangan, Banjar, Barito Kuala, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Kota Banjarbaru, Kota Banjarmasin, Kotabaru, Tabalong, Tanah Bumbu, Tanah Laut dan Tapin.

"Wilayah-wilayah ini berpotensi banjir dengan kategori menengah," kata Raditya.

Infografis Langkah Selamat Saat BanjirInfografis Langkah Selamat Saat Banjir. (Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi)

Akibat banjir ini, Jalur Trans Kalimantan di Kabupaten Banjar sempat terputus akibat sisi jembatan Astambul-Mataraman runtuh tergerus banjir.

Kepala Kepolisian Resor Banjar AKBP Andri Koko Prabowo di Martapura mengatakan kerusakan oprit sudah bisa diperbaiki. Arus kendaraan khususnya roda dua dan roda empat sudah bisa melintas.

"Kendaraan roda dua dan roda empat untuk mobil pribadi dan angkutan orang sudah bisa melintas, sehingga arus lalu lintas kembali normal tetapi masih diatur petugas kepolisian di lokasi," ujarnya, Kamis (14/1).

Anggota Tim Pakar Covid-19 Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Taufik Arbain mengingatkan perlunya kewaspadaan dalam penanganan banjir saat pandemi masih mengancam.

"Pemerintah daerah tidak sekadar fokus pada penanganan bencana banjir tentu saja diharapkan tetap bersama-sama semua pihak mengingatkan kewaspadaan terhadap pandemi di mana kasus positifnya terus meningkat setiap harinya," kata Taufik.

Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor Banjarmasin menyebut pertumbuhan banyak awan-awan konvektif memicu curah hujan tinggi di Kalsel hingga memicu banjir.

"Pada saat kejadian banjir, kondisi udara skala lokal yang banyak mengandung uap air juga mendukung dalam proses pertumbuhan awan-awan konvektif," kata Staf Prakirawan Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor Banjarmasin, Muhammad Shaaimul Qadri di Banjarbaru, Kamis (14/1).

Sebelumnya, banjir juga sudah lebih dulu menggenangi sejumlah wilayah di Kalsel sudah terjadi sejak Minggu (10/1), akibat hujan deras mengguyur sejak Sabtu (9/1) malam hingga Minggu dini hari.

(asa/Antara/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK