Universitas Jember Bebas Tugaskan Dosen Tersangka Pencabulan

CNN Indonesia | Jumat, 16/04/2021 05:38 WIB
Dosen yang bersangkutan juga terancam diberhentikan dari PNS. Ilustrasi terduga pelaku (Unsplash/Pixabay)
Surabaya, CNN Indonesia --

Universitas Jember (Unej) secara resmi telah membebastugaskan RH, seorang Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus pencabulan terhadap keponakannya sendiri.

RH dibebastugaskan dari jabatannya sebagai Koordinator Program Magister (S-2) Program Studi Ilmu Administrasi Fisip Unej. Surat Keputusan (SK) Rektor Universitas Jember Nomor 6954/UN25/KP/2021 tentang pembebasan sementara dari tugas jabatan Koordinator Program Magister (S-2) Program Studi Ilmu Administrasi Fisip Universitas Jember.

"Berdasarkan bukti-bukti yang diperoleh dan mengingat ancaman hukumannya disiplin tingkat berat, maka sesuai pasal 27 PP No 53 tahun 2010 Tim Investigasi/Tim Pemeriksa memberikan rekomendasi kepada Rektor untuk membebastugaskan sementara RH dari jabatannya," kata Wakil Koordinator Humas Unej Rokhmad Hidayanto, melalui keterangan tertulisnya, Kamis (15/4).


Rokhmad menyebut pembebastugasan RH itu dilakukan, sebagai upaya kampus untuk mendukung kelancaran pemeriksaan lanjutan oleh Tim Investigasi/Tim Pemeriksa.

"Selain itu, juga dilatarbelakangi perkembangan status hukum RH yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Jember berdasarkan alat bukti yang mencukupi dan memadai," ujarnya.

Namun pembebastugasan RH dari posisinya ini masih bersifat sementara. Rokhmad mengatakan hal itu berlaku sampai dengan ditetapkannya hukuman. Sanksi disiplin yang mengancam RH pun antara lain dipecat dan diberhentikan sebagai PNS.

"Sehingga jika terbukti sebagai pelanggaran berat, maka hukuman terberatnya bisa sampai dengan pemberhentian sebagai PNS," ucap Rokhmad.

Diberitakan sebelumnya, RH ditetapkan sebagai tersangka pencabulan oleh Polres Jember, Jawa Timur. RH diduga melecehkan keponakannya sendiri.

"Setelah gelar perkara pukul 09.00 WIB, terduga pelaku oknum dosen [RH] itu ditetapkan sebagai tersangka kasus pencabulan," kata Kanit PPA Satreskrim Polres Jember Ipda Vitasari, Selasa (13/4).

Vita mengatakan penyidik telah mengantongi sejumlah alat bukti yang menguatkan dugaan pelecehan seksual ini, yakni keterangan saksi-saksi, hasil visum psikiatri dan bukti rekaman audio.

"Ada empat bukti dan alat bukti, hasil visum psikiatri dokter, surat keterangan ahli, surat keterangan saksi, dan terakhir bukti rekaman audio," ujarnya.

Kasus ini bermula saat, RH, seorang Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Jember (Unej), Jawa Timur, dilaporkan atas dugaan pencabulan terhadap keponakannya sendiri.

Hal itu diungkapkan oleh pihak korban, Nada (bukan nama sebenarnya), 16 tahun, kepada LBH Jentera dan Lembaga Pers Mahasiswa Imparsial Unej.

Perbuatan itu dilakukan RH kepada Nada sebanyak dua kali. Ia melakukan aksinya dengan modus memberikan terapi kanker payudara ke keponakannya.

(frd/bmw/bmw)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK