Editor Detikcom di Surabaya Dikeroyok Orang Tak Dikenal

CNN Indonesia | Rabu, 12/05/2021 16:52 WIB
Seorang editor detikcom dikeroyok dua orang tak dikenal saat hendak sahur pada Rabu dini hari di sebuah halaman bank di Surabaya. Ilustrasi kekerasan. (Istockphoto/deepblue4you)
Surabaya, CNN Indonesia --

Editor detikcom di Surabaya, Suki (32), mengalami tindak pengeroyokan sejumlah orang tak dikenal, Rabu (12/5) dini hari tadi.

Ia diduga dihajar sebanyak 3-4 orang. Akibatnya bibir, bagian wajah dan tangan Suki mengalami luka memar.

Hal itu terjadi saat Suki yang tinggal di kos Jalan Mangkunegoro, Wonokromo, Surabaya, hendak mencari makanan sahur, pukul 02.15 WIB.


"Rabu dini hari sekitar pukul 02.15 WIB saya keluar hendak cari sahur. Saya keluar kos naik motor," kata Suki di Surabaya, Rabu siang.

Dia menerangkan saat berhenti di lampu lalu lintas (traffic light) Jalan Diponegoro di dekat sebuah pom bensin, ada dua orang berboncengan dalam satu sepeda motor mendekatinya. Dua orang itu kemudian menuduh Suki telah menabrak mereka.

"Mereka menuduhkan sesuatu yang tidak saya lakukan. Sebelum lampu hijau menyala, mereka sempat mengemplang helm saya," ujarnya.

Hal itu tak dihiraukannya, ia tancap gas setelah lampu hijau menyala. Namun, dua orang itu juga mengejarnya.

Ia kemudian berupaya mencari pertolongan, hingga ia melihat sebuah bank di Jalan Ciliwung, Surabaya. Sebab di sana, kata dia ada petugas keamanan (security) yang berjaga.

"Saya masuk ke halaman bank di Jalan Ciliwung agar berharap mendapat pertolongan. Karena saya melihat ada seorang sekuriti yang tengah berjaga," ucapnya.

Sesampainya di halaman bank, sejumlah orang tersebut langsung mengeroyok Suki. Mereka menghajar dan menendang sambil memaksa Suki mengakui apa yang tidak pernah ia lakukan. Sementara sekuriti tak berani melerainya.

Mereka juga memaksa Suki menyerahkan uang sebesar Rp200 ribu. Uang itu kata Suki, pelaku minta sebagai ganti rugi kerusakan motornya. Padahal Suki merasa tak pernah merusak apapun.

"Mereka tetap menuduh saya telah menabrak mereka. Sehingga mereka memaksa saya membayar ganti rugi Rp200 ribu," katanya.

Namun waktu itu, kata Suki, uang tunai di dompetnya hanya tersisa Rp100 ribu. Tanpa berpikir panjang dia langsung menyerahkan uang tersebut dengan harapan mereka segera melepaskannya.

Kejadian pengeroyokan itu pun dilaporkannya ke Polsek Wonokromo, Surabaya. Ia juga telah menjalani pemeriksaan visum et repertum di rumah sakit.

Kanit Reskrim Polsek Wonokromo, Iptu Arie membenarkan pihaknya telah menerima laporan tersebut dengan nomor LP-B/V/RES.1.11/RESKRIM/Surabaya/SPKT Polsek Wonokromo.

"Jadi benar ada [laporan], diduga tindak pidana pengeroyokan, korban yaitu editor detikcom, Suki," kata Arie, ketika ditemui di Mapolsek Wonokromo.

Editor detikcom di Surabaya, Suki (32), mengalami tindak pengeroyokan sejumlah orang tak dikenal, Rabu (12/5) dininhari tadi. Ia diduga dihajar sebanyak 3-4 orang. Akibatnya bibir, bagian wajah dan tangan Suki mengalami luka memar.Editor detikcom di Surabaya, Suki (32), melaporkan pengeroyokan yang dialaminya ke polisi. (CNNIndonesia/Farid)

Arie mengatakan, saat ini pihaknya masih mendapatkan bukti laporan dan hasil visum korban. Selanjutnya, bakal dilakukan penyelidikan lebih lanjut di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Nanti kami tindak lanjuti dengan penyelidikan di TKP, lanjut, terkait motifnya apa pengeroyokan itu masih kita dalami," ucapnya.

Saat melakukan penyelidikan di TKP nanti, kata Arie, pihaknya akan mencari bukti pendukung lainnya. Salah satunya, rekaman CCTV yang terpasang di sekitar tempat terjadinya pengeroyokan.

"Kami akan cek lokasi TKP, kemudian cari bukti pendukung seperti CCTV, semoga nanti di lokasi ada, kami akan koordinasikan dengan yang punya CCTV," ujarnya.

(frd/kid)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK