Doa dan Tangis untuk Palestina di Salat Ied Nusaniwe Ambon

CNN Indonesia | Kamis, 13/05/2021 09:59 WIB
Umat muslim di Kecamatan Nusaniwe, Ambon, menggelar doa bersama untuk Palestina saat melaksanakan salat Ied 1 Syawal 1442 H. Ilustrasi salat Id. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Ambon, CNN Indonesia --

Umat muslim di tiga Rukun Tetangga (RT) Air Salobar, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Provinsi Maluku menunaikan salat Ied 1 Syawal 1442 Hijriah dengan pengawalan ketat aparat Brimob Polda Maluku bersenjata laras panjang.

Mereka juga menggelar doa bersama untuk umat muslim Palestina dipimpin ustaz Abdullah Latuapo di Masjid Assalamah, Air Salobar, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Provinsi Maluku, Kamis (13/5).

Ratusan jemaah sempat menangis saat memanjatkan doa untuk umat muslim di Palestina karena beberapa jam sebelum salat digelar terjadi ledakan besar mengguncang kota Gaza pada Kamis (13/5) pagi, ketika tentara Israel terus melakukan serangan udara demi menghantam Hamas.


Sebelumnya, serangan udara Israel di sebuah pos komando Hamas di Jalur Gaza pada Rabu (12/5) dini hari juga menewaskan 16 tokoh Hamas.

Umat muslim di tiga RT di Ambon ini berdoa semoga umat muslim Palestina di Kota Gaza diberikan perlindungan untuk menjalankan ibadah Idulfitri dengan baik.

Imam masjid Assalamah La Buka saat memimpin salat sempat menitikkan air mata berulang kali saat membaca ayat demi ayat. Kepada CNN Indonesia usai memimpin salat, ia mengatakan sempat bersedih karena kehilangan Ramadan dan memikirkan umat muslim di Palestina yang merayakan Idulfitri di bawah serangan.

"Saya merasa kehilangan Ramadan, selaku umat muslim juga merasa sedih dengan tindakan Israel, semoga saudara-saudara di sana (Palestina) dilindungi Allah SWT,"ucap dia, Kamis (13/5) pagi.

Sementara dalam khutbah ustaz Abdullah Latuapo menyampaikan pentingnya merawat silaturahmi antar sesama umat sehingga terjalin keharmonisan antar sesama umat di Ambon, Maluku.

Latuapo juga mengingatkan jamaah Masjid Assalamah Air Salobar, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon untuk saling mengasihi antar sesama anak yatim. Mereka, kata Latuapo, merayakan Idulfitri 1 Syawal 1442 Hijriah tanpa orang tua yang lebih awal pulang ke rahmatullah (meninggal).

"Jemaah ini, ada anak kita, saudara kita, istri dan suami kita, tetangga kita yang berlebaran tak sempurna, mereka tak sempat mempersiapkan idulfitri dengan baik, marilah kita berbagi dengan mereka dan bersedekalah kepada mereka,"ajak Latuapo dalam khotbahnya.

Sebelumnya, Wali kota Ambon Richard Louhenapessy mengizinkan umat muslim di Ambon, Maluku menggelar salat Idulfitri berjamaah di Masjid di Kota Ambon, karena kota ambon berstatus zona kuning dengan angka resiko Covid-19 rendah.

"Umat muslim Ambon boleh merayakan salat Idulfitri 1442 H di masjid-masjid dengan menerapkan protokol kesehatan," ujar Walikota saat meninjau beberapa mal di Ambon, Rabu (12/5) petang.

Pantauan CNN Indonesia, aparat kepolisian TNI dan Polri bersenjata lengkap berjaga-jaga di wilayah perbatasan Muslim dan Kristen, Air Salobar, Nusaniwe, Kota Ambon Maluku.

Mereka menjaga pelaksanaan Idulfitri mulai dari jalan raya hingga halaman masjid di antaranya Masjid Assalamah dan Masjid Baitul Makmur.

Kapolres Kota Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Kombes Pol Leo Nugraha Simatupang mengatakan pihaknya menerjunkan 1.141 personel gabungan untuk mengamankan malam takbiran hingga pelaksanaan Idulfitri.

"Jumlah personel sudah termasuk TNI-Polri, Satpol PP dan Dishub, mereka akan mengamankan wilayah Ambon dan Maluku Tengah. Pengirimana personel ini untuk membantu umat muslim melaksanakan salat Idulfitri,"kata Leo, Kamis (13/5).

Sebagai Informasi, Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah yang jatuh pada hari ini, Kamis (13/5), bertepatan dengan peringatan kenaikan Isa Almasih.

Berdasarkan pantauan, Ambon terlihat sepi. Petugas gabungan dengan mudah mengatur lalu lintas dan tak terjadi penumpukan mobilitas kendaraan di jalan karena Idulfitri 1442 H dan peringatan kenaikan Isa Almasih juga bertepatan di tahun ini.

(sai/vws)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK