RK Siap Tambah Tempat Tidur RS Covid-19 hingga 40 Persen

CNN Indonesia | Kamis, 17/06/2021 01:46 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil juga meminta kepala desa menyiapkan ruang isolasi mandiri agar warga yang positif Covid-19 tanpa gejala tak perlu dibawa ke RS. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil akan menambah kapasitas tempat tidur hingga 40 persen dari kapasitas RS rujukan Covid-19 saat ini jika kasus terus melonjak. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) mengatakan akan menambah kapasitas tempat tidur di rumah sakit (RS) rujukan Covid-19 sampai 40 persen jika situasi penyebaran virus corona semakin memburuk.

Menurutnya, saat ini jumlah tempat tidur yang disediakan mengatasi lonjakan kasus positif Covid-19 mulai 20 sampai 25 persen dari kapasitas RS.

"Saya cek masih 20 persen, 25 persen. Ya sudah kita wajibkan 30 persen, lahirlah ketersediaan 3.000 kamar. Tapi kalau itu masih kurang kita naikin lagi ke 40 persen. Itu sudah disepakati jika situasi makin ini (mengkhawatirkan)," kata Emil kepada CNNIndonesia TV, Rabu (16/6).


Emil mengaku juga sudah menginstruksikan setiap desa agar memiliki ruang isolasi sendiri. Sehingga, pasien yang bergejala ringan dan tanpa gejala (OTG) tidak langsung ke RS.

Menurutnya, strategi tersebut harus dilakukan agar tidak terjadi penumpukan di RS yang digunakan untuk memfasilitasi pasien dengan gejala sedang sampai berat.

"Kita kan sudah ada dana desa memastikan isolasi mandiri di desa-desa. Itu kita sedang buatkan. Jadi jangan sedikit-sedikit ke RS," ujarnya.

Mantan wali kota Bandung itu mengaku tengah mempertimbangkan membangun rumah sakit darurat. Selain itu ia juga akan menyiapkan hotel untuk ruang isolasi tambahan.

"Jadi ada empat lapis kebijakan ya," katanya.

Sebelumnya, RK menetapkan wilayah Bandung Raya siaga satu imbas lonjakan kasus virus corona. Kondisi ini tak terlepas dari status zona merah Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat.

RK meminta pemerintah daerah di wilayah Bandung raya menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) dan wajib menekan kedatangan wisatawan dari luar daerah, terutama DKI Jakarta selama sepekan ke depan.

Di sisi lain tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) berada di angka 84,19 persen, atau melebihi ambang batas standar aman dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) sebesar 60 persen.

(yla/fra)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK