Tanggapi Ganjar, Sultan Tak Masalah Berbagi Faskes RS Yogya

CNN Indonesia | Sabtu, 19/06/2021 00:50 WIB
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan tak mempersoalkan berbagi fasilitas rumah sakit, namun dengan penuh pertimbangan. Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Yogyakarta, CNN Indonesia --

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan tak mempersoalkan berbagi fasilitas rumah sakit di kawasan perbatasan.

Pernyataannya ini menanggapi ajakan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang mengharapkan kerja sama rumah sakit untuk penanganan pasien Covid-19 di wilayah perbatasan.

"Bisa saja, tapi juga perlu dipertimbangkan Jogja (DIY) kan juga (kasus Covid-19) naik," kata Sultan ditemui di Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Jumat (18/6).


Saling menopang antar-rumah sakit atau berbagi ketersediaan tempat tidur bagi Sultan sah-sah saja. Tergantung situasi perkembangan kasus Covid-19 di masing-masing daerah.

Di Yogyakarta sendiri berdasarkan data terakhir dari Dinas Kesehatan, tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit rujukan Covid-19 per 17 Juni 2021 petang telah mencapai 73,90 persen untuk kategori non-critical dan critical.

"Berbagi enggak ada masalah, tapi kan juga harus diperhitungkan. Nanti kita dipenuhi dari tempat lain, kita (kasus) naik terus nanti ditaruh di mana," katanya.

Ganjar sebelumnya juga sempat mengutarakan niatnya berkomunikasi dengan Sultan serta Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terkait laporan banyaknya pasien dari DIY dan Jawa Timur yang dirawat di Wonogiri.

Ganjar meminta pihak rumah sakit untuk tetap melayani pasien yang datang tanpa melihat KTP. Kendati demikian, politikus PDIP itu mengaku segera melakukan komunikasi dengan Sultan dan Khofifah demi menindaklanjuti penanganan pasien Covid-19 di perbatasan Wonogiri-Wonosari dan Wonogiri-Pacitan.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Gunung Kidul Dewi Irawaty mengaku belum menerima laporan akan adanya pasien dari wilayahnya yang menyeberang ke Wonogiri, Jawa Tengah untuk mendapatkan penanganan.

"Saya belum mendengar itu. Tapi, dalam penanganan pasien mestinya tidak berbatas alamat. Sama saja di DIY juga ada merawat masyarakat Jateng," kata Dewi melalui pesan singkat.

Meski dirinya tak menampik kasus Covid-19 di Bumi Handayani sedang tinggi-tingginya. Tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukan dari 93 unit tersisa 18 bed saja.

Sementara, manakala memang didapati pasien asal Gunungkidul membuat sesak atau mengurangi ketersediaan tempat tidur di rumah sakit milik provinsi atau kabupaten tetangga, pihaknya bersiap menambah kapasitas tempat tidur sebagai antisipasi.

"Pasien boleh memilih di mana mau mendapatkan pelayanan. Bagi kami pemberi pelayanan adalah menyiapkan sarananya atau tempat tidurnya. Tidak melihat dari mana pasien berasal. Kami rencana akan menambah tempat tidur juga," pungkasnya.

(kum/pmg)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK