Gibran Soal Antisipasi Gelombang Omicron: Wis Siap, Tenang Wae

CNN Indonesia
Senin, 17 Jan 2022 16:43 WIB
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming mengaku pemda telah bersiap untuk mengantisipasi Omicron dan gelombang-gelombang Covid berikutnya. Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka (tengah) berbincang dengan warga saat kunjungan ke Pasar Legi di Solo, Jawa Tengah, Senin (10/1/2022). (ANTARA FOTO/MOHAMMAD AYUDHA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kota Solo, Jawa Tengah, mengalami kenaikan seiring dengan meningkatnya aktivitas masyarakat beberapa waktu terakhir.

"Siap enggak siap ya harus kami antisipasi untuk Omicron dan gelombang-gelombang berikutnya," kata Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka di Solo, Jawa Tengah, Senin (17/1) seperti dikutip dari Antara.

Meski demikian, ia meminta masyarakat tidak khawatir berlebihan terkait varian baru tersebut selama tetap menerapkan protokol kesehatan. Ia mengatakan sejauh ini pemerintah daerah sudah melakukan langkah antisipasi, di antaranya dengan melakukan percepatan vaksinasi dan memastikan kesiapan alat untuk perawatan pasien Covid-19.


"Kami sudah punya oksigen konsentrator, generator, isotank wis siap, tenang wae," kata dia yang juga putra sulung Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) itu.

Disinggung mengenai penerapan bekerja dari rumah untuk meminimalisasi lonjakan kasus yang tinggi, Gibran mengatakan sejauh ini belum masuk rencana pemerintah daerah.

"Belum ada rencana ke situ, kasus kita rendah sekali kok," katanya

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Surakarta Siti Wahyuningsih mengatakan penambahan jumlah kasus Covid-19 tersebut belum tentu akibat libur Natal dan tahun baru.

"Segala kemungkinan bisa, namun pasien tidak ada riwayat bepergian. Penambahan ini satu karena skrining, satu karena suspek," katanya.

Sementara itu, berdasarkan data dari Satgas Penanganan Covid-19 Kota Surakarta, hingga Minggu (16/1) jumlah pasien Covid-19 yang terdata sebanyak lima orang. Angka ini mengalami kenaikan dari minggu sebelumnya yang hanya sebanyak tiga pasien.

Dari data tersebut, lima pasien terkonfirmasi Covid-19, dua di antaranya menjalani isolasi mandiri dan tiga dirawat di rumah sakit.

Dengan penambahan tersebut, hingga Minggu (16/1) jumlah kumulatif kasus positif Covid-19 di Kota Solo menjadi sebanyak 26.096 kasus.

Target 51 Ribu Anak per Hari Divaksin Covid di Medan

Sementara itu di Medan yang kini dipimpin Menantu Jokowi, Bobby Nasution, ditargetkan selama 14 hari ke depan ada 230 ribuan anak usia 6-11 tahun divaksin Covid-19. Sebagai informasi, Pemkot Medan menggelar vaksinasi anak usia 6-11 tahun secara serentak di sekolah-sekolah ibu kota Provinsi Sumatera Utara itu, Senin (17/1).

"Untuk anak usia 6-11 tahun sampai per hari ini, sebelum ada dilakukan vaksinasi serentak itu ada 3 persen lebih (yang sudah divaksin). Target untuk Medan dari 230 ribuan anak usia 6-11 tahun, sekitar 51 ribu per hari sudah disuntikkan. Jadi 14 hari di masa sekolah. Vaksin ini hanya di sekolah masing-masing," kata Bobby yang juga Wali Kota Medan itu.

Menurut Bobby vaksinasi dilaksanakan secara serentak di 41 sekolah swasta dan negeri. Vaksinasi untuk anak hanya digelar di sekolah.

"Kita laksanakan untuk anak yang usia 6-11 tahun serentak di 41 sekolah baik swasta dan negeri. Saya tanyain sekolah yang mulai vaksinasi paling lama rata rata memakan waktu dua sampai tiga hari per sekolah," ucap Bobby.

Dia menambahkan vaksinasi anak di sekolah berjalan lancar. Para orangtua juga memberikan izin agar anak mereka divaksinasi Covid-19.

"Setiap sekolah yang kita tanyakan kendalanya belum ada yang menanyakan soal izin dari orang tua. Masalah krusial hanya ketersediaan dosis vaksinnya. Untuk izin orangtua 98 persen mengizinkan. Sekolah tatap muka kita mulai minggu depan khususnya negeri sudah bisa dilakukan," urainya.

Sementara itu, vaksinasi booster untuk masyarakat lanjut usia (lansia) juga digelar secara serentak di Medan.

"Jumlah dosis yang dimiliki untuk booster lansia ada 20 ribuan. Ini disuntikkan secepatnya. Kami koordinasi dengan Pemprov Sumut untuk tambahan jumlah dosis. Untuk mempercepat, jumlah vaksin terus diperbanyak. Booster dilakukan di puskesmas. Kita kejar yang lansia yang sudah dua kali divaksin dan sudah enam bulan," terangnya.

(Antara, fnr/kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER