Ridwan Kamil Jaring Aspirasi Soal Ibu Kota Baru via Media Sosial

CNN Indonesia
Senin, 24 Jan 2022 10:33 WIB
Beragam tanggapan disampaikan netizen terkait unggahan Ridwan Kamil soal ibu kota baru. Beberapa terang-terangan menolak pemindahan ibu kota. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil juga dikenal sebagai arsitek. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengunggah sebuah video perencanaan tata ruang Ibu Kota Negara (IKN) baru di sosial media Twitter. Ia juga bertanya harapan warganet terhadap pembangunan IKN ini.

"IBU KOTA NEGARA resmi dinamai "Nusantara". Apa harapan kita kepada ibu kota baru ini?" tulis Ridwan dalam akun twitternya @ridwankamil, Sabtu (22/1) yang dilihat Senin (24/1).

Bukan hanya Twitter, postingan serupa pun tampil di akun platform media sosial lain milik pria yang karib disapa Emil itu: Facebook dan Instagram.


Video berdurasi 2 menit 20 detik tersebut menampilkan rancangan IKN yang terpusat dan diklaim memiliki pendekatan desain sensitif terhadap lingkungan.

Tidak hanya itu, Ridwan menyebut lokasi IKN nantinya akan bebas banjir dan kenaikan air muka laut, sekaligus mempertahankan area-area tinggi.

Video tersebut mengunggah berbagai klaim kelebihan yang akan dimiliki oleh IKN, namun respons warganet atas unggahan media sosial Ridwan Kamil itu sebagian ada pula yang menunjukkan sikap pesimistis.

Misal, Mantan Menteri Kelautan Susi Pudjiastuti pun ikut membalas cuitan Emil tersebut dengan mengetikkan titik-titik panjang ("........").

Sebuah akun lain bernama Wahyu, menyahut dengan meminta pemerintah melakukan jajak pendapat pada masyarakat terkait kelanjutan pembangunan IKN.

"HARAPAN SAYA: terlebih dahulu ada jajak pendapat ke warga +62, atau minimal kalangan terbatas kalangan kampus + budayawan + pakar, etc. Kenapa? Agar terjaminnya keberlanjutan proyek IKN untuk antisipasi masalah hukum kedepannya kepemilikan lahan di sekitar IKN tidak didominasi pemodal," sahut Wahyu lewat akunnya @Wahyu_Uniform.

Sedangkan, banyak warganet lainnya meminta pemerintah untuk membatalkan pembangunan tersebut. Pasalnya, menurut mereka kondisi pandemi serta kebutuhan dasar rakyat Indonesia masih belum terpenuhi.

"Harapanku, dibatalkan saja, Indonesia tak butuh IKN baru, masih banyak kebutuhan dasar rakyat yang belum terpenuhi," cuit @hobimobil.

Namun, beberapa optimisme warga pun tampak dalam kolom komentar twitter Ridwan. Seperti ungkapan Imre yang berharap proyek IKN ini tidak berujung menjadi kota mati.

"Semoga gak berakhir jadi proyek gagal dan ibu kota mati. Kalau beneran ga kesampean, semoga yg terlibat dalam buang2 duit ini dihukum seberat2nya di akhirat," tutur Imre dalam akun twitternya @ImreNagi.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengungkap ciri-ciri sosok yang akan dipilih menjadi Kepala Otorita IKN usai UU IKN disahkan.

"Paling tidak, pernah memimpin daerah dan punya background arsitek," ungkap Jokowi di pertemuan dengan beberapa pemimpin redaksi media massa nasional di Istana Kepresidenan, Jakarta, dilansir detik.com pada Rabu (19/1).

Diketahui, ada sejumlah politikus dengan riwayat kepala daerah dan pendidikan arsitektur. Di antaranya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang merupakan lulusan Teknik Arsitektur Institut Teknologi Bandung. Sebelum memimpin Jabar, dia juga pernah menjadi Wali Kota Bandung.

Selain itu, Wali Kota Makassar Ramdhan Pomanto yang merupakan Dosen Arsitektur di Universitas Hasanuddin serta eks Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini alias Risma lulusan jurusan Arsitektur Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

(cfd/kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER