MAFIA SEPAK BOLA
Menpora Imbau PSSI Benahi Mafia Sepak Bola
CNN Indonesia
Rabu, 19 Nov 2014 12:10 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengaku hingga saat ini kementeriannya belum detail mengkaji permasalahan mafia sepak bola tanah air dan bahwa ia perlu waktu untuk memberantas peran dan andil mafia sepak bola di Indonesia.
"Masih butuh proses untuk mendalaminya," kata Imam saat mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi untuk melengkapi berkas laporan harta kekayaannya, Rabu (18/11).
Imam mengatakan, untuk memberantas mafia sepak bola, kementerian yang dipimpinnya perlu berkoordinasi dengan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Meski demikian dia tidak bisa memastikan kapan persisnya koordinasi itu dijajaki. "Semoga dalam waktu dekat," ujarnya.
Satu-satunya tindak lanjut yang bisa dilakukan oleh Imam saat ini hanyalah memberikan imbauan kepada PSSI agar mereka bisa lebih serius menangani permasalah mafia di dunia sepak bola Indonesia. "Nantinya kami akan minta Komisi Disiplin PSSI untuk bertindak lebih tegas dan serius lagi," kata Imam.
Isu mafia sepak bola Indonesia kini seolah menjadi rahasia umum. Belakangan, masyarakat sempat dikejutkan dengan aksi tidak terpuji dari tim Divisi Utama, PSS Sleman dan PSIS Semarang.
Insiden itu menjadi buah bibir jagat persepakbolaan dunia karena kedua tim bermain tanpa menjunjung sportivitas. Laga yang bergulir di babak delapan besar divisi utama itu berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenangan PSS dengan kelima gol tercipta lewat aksi bunuh diri.
Insiden bermula setelah babak pertama berakhir dengan skor kaca mata dan PSS menyarangkan dua gol bunuh diri menjelang akhir pertandingan. Tak dinyana, PSIS pun membalas dengan menjaringkan tiga gol ke gawang sendiri.
Belakangan diketahui, kedua tim memilih untuk kalah karena ingin menghindari bertemu Pusamania Borneo FC di babak selanjutnya. Imbas dari hasil tersebut, PSS dan PSIS didiskualifikasi dari divisi utama oleh Komisi Disiplin PSSI.
"Masih butuh proses untuk mendalaminya," kata Imam saat mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi untuk melengkapi berkas laporan harta kekayaannya, Rabu (18/11).
Imam mengatakan, untuk memberantas mafia sepak bola, kementerian yang dipimpinnya perlu berkoordinasi dengan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Meski demikian dia tidak bisa memastikan kapan persisnya koordinasi itu dijajaki. "Semoga dalam waktu dekat," ujarnya.
Lihat juga:Akhir Drama Lima Gol Bunuh Diri |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Insiden itu menjadi buah bibir jagat persepakbolaan dunia karena kedua tim bermain tanpa menjunjung sportivitas. Laga yang bergulir di babak delapan besar divisi utama itu berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenangan PSS dengan kelima gol tercipta lewat aksi bunuh diri.
Belakangan diketahui, kedua tim memilih untuk kalah karena ingin menghindari bertemu Pusamania Borneo FC di babak selanjutnya. Imbas dari hasil tersebut, PSS dan PSIS didiskualifikasi dari divisi utama oleh Komisi Disiplin PSSI.
Lihat juga:PSS-PSIS Didiskualifikasi, Divisi Utama Beku |