"Kenapa PT Liga hanya diam saja kompetisi dihentikan?" tanya Daconi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Daconi, klub-klub Indonesia belum mengambil langkah untuk mengantisipasi hal ini.
Sementara itu, menurut Daconi, harus ada ahli hukum yang menjadi penengah konflik antara PSSI dan Kemenpora karena saat ini ada dua peraturan berbeda.
"PSSI kan menggunakan aturan FIFA dan mendapatkan pengakuan FIFA, sementara Kemenpora berpijak pada kedaulatan olahraga di Indonesia. Jadi harus ada ahli hukum yang menentukan mana yang paling benar."
"Semen Padang sendiri selama ini selalu mengikuti peraturan, sehingga dalam mengambil langkah akan mengikuti peraturan yang sesuai. Misalnya saja kalau Menpora tetap akan mengadakan liga, apakah mendapat legitimasi dari FIFA?"
"Kenapa Menpora tidak berkomunikasi dulu dengan FIFA dan mendapat legitimasi?"
Seandainya saja konflik tidak bisa terselesaikan, Daconi menuturkan bahwa Semen Padang tidak akan mengambil sikap untuk pindah ke liga lain di luar Indonesia. Namun, menurutnya, Semen Padang bisa saja menuntut kepada pihak-pihak yang membuat kompetisi terhenti.
"Kami akan surati semuanya, baik PSSI, PT Liga, maupun Menpora." (vws)