Indonesia sudah melewati tanggal deadline yang ditentukan FIFA terkait anggapan campur-tangan Pemerintah Indonesia terhadap aktivitas PSSI.
Mengenai hal itu dan ancaman sanksi yang ada di depan mata, Presiden memilih menjawab dengan menyebutkan data-data mengenai capaian yang didapat tim nasional Indonesia dalam satu dasawarsa terakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Melihat permasalahannya harus lebih lebar. Kita ini hanya ingin ikut di ajang internasional atau berprestasi di ajang internasional?"
"Kita selalu ikut ajang internasional namun selalu kalah. Yang kita lakukan adalah pembenahan total, pembenahan total daripada kita punya prestasi seperti ini terus sepanjang masa."
Lebih lanjut, pembenahan total inilah yang sedang diupayakan terjadi. "Pembenahan total artinya reformasi total. Pembenahan organisasi, sistem, manajemen. Di level inilah harus ada pembenahan karena saya lihat dari segi individu pemain sudah bagus," ucap Jokowi.
"Kalau pada akhirnya terjadi pembekuan, ya berarti memang harus ada pembenahan total, reformasi total, pembenahan manajemen dan sistem."
Namun Presiden sendiri kemudian menolak menjawab hal-hal teknis terkait sanksi FIFA dan tenggat waktu yang ada, dan isu pencabutan SK Pembekuan PSSI.
"Soal teknis, tanyakan ke Kemenpora. Semestinya PSSI dan Pemerintah bisa kerja sama dengan baik dan ini bukan intervensi karena kita semua ingin sepakbola kita jadi lebih baik." (ptr/ptr)