Platini, mantan pemain Juventus yang berhasil membawa Blatter menduduki posisi pucuk otoritas sepak bola dunia itu untuk pertama kalinya pada 1998, mewujudkan ancamannya untuk menggelar pertemuan Berlin. Presiden UEFA itu berniat menjadikan asosiasi sepak bola Eropa itu sebagai lokomotif untuk melakukan pembaharuan di tubuh FIFA.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Platini akan memimpin pertemuan Berlin dengan agenda utama adalah membawa UEFA keluar dari FIFA. Sikap Platini ini sudah mendapat dukungan penuh dari petinggi asosiasi sepak bola Inggris, FA.
Menurut Dyke, ancaman memboikot Piala Dunia 2018 tidaklah cukup. Jika oposisi bisa mengumpulkan setidaknya suara dari sepuluh negara besar lainnya, lanjutnya, baru akan memberi dampak yang sangat besar bagi FIFA.
Blatter sendiri telah melawan ancaman boikot Piala Dunia dengan tetap mengizinkan pemain yang bermain Eropa untuk membela negaranya di ajang internasional milik FIFA tersebut. Di sebuah surat kabar Swiss, Blatter juga mencemooh negara-negara Eropa yang tak bisa menyatuka suara untuk kandidat mereka sendiri.
Beberapa negara Eropa memang diketahui menarik dukungannya pada Pangeran ALi yang menjadi pesaing Blatter pada pemilihan lalu. Di antaranya adalah Belanda dan Portugal. (vri)