Sebelumnya badan pemberi hadiah Nobel itu tengah menjalin kerjasama dengan FIFA dalam sebuah kampanye bertajuk Handshake for Peace. Namun dengan dihentikannya kerjasama tersebut, pihak Nobel berniat melanjutkan kerja sama serupa dengan asosiasi sepak bola lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keputusan Nobel Peace Center ini sendiri keluar setelah sikap serupa juga dilakukan Interpol. Interpol menarik kerjasama senilai 20 juta euro dengan FIFA yang dimaksudkan untuk mempromosikan integritas di olahraga itu.
Namun desakan agar Blatter tak lagi mencalonkan diri sebagai presiden pun diabaikan. Blatter bahkan kembali terpilih untuk menduduki posisi tersebut.
Empat hari berselang, Blatter mengumumkan rencana pengunduran dirinya di kongres luar biasa yang akan segera digelar pada Desember mendatang. Kondisi ini dan semakin meluasnya kasus korupsi di tubuh FIFA membuat legitimasi Rusia dan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022 mulai diragukan. (vri/vri)