Ada tiga sikap yang dibacakan Agum petang ini yang juga mengatasnamakan 16 tokoh sepak bola nasional tersebut.
Pertama, Dewan Kehormatan memohon kepada Presiden RI Joko Widodo agar memastikan status PSSI dipulihkan kembali sehingga sanksi FIFA bisa dicabut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan Ketum PSSI (1999-2003) itu berharap di masa mendatang pemerintah lebih berperan sebagai pemberdaya dan penyedia fasilitas untuk kegiatan olahraga bangsa, khususnya sepak bola, tidak menekan dengan pendekatan kekuasaan.
"PSSI tidak bisa buat apa-apa selain pasif. Sengketa yang ada saat ini bukan Menpora-PSSI, tapi Menpora-Statuta FIFA," ujar Agum, "(PSSI) jangan bersikap emosional, bersikap low profile, introspeksi diri."
Agum pun menegaskan kepada pengurus PSSI saat ini untuk memperbaiki kesalahan dan meminta maaf kepada Menpora--jika memang kesalahan itu ada.
Di satu sisi, ia mempertanyakan alasan Menpora tak juga bertemu dengan pengurus PSSI hasil Kongres di Surabaya pada 18 April lalu.
"Tiga kali Pak La Nyalla berusaha menghadap Menpora tapi tidak diterima. Siapa sebenarnya yang ngotot? Alasannya Menteri itu sibuk. Saya bekas menteri, rasa-rasanya tidak sebegitu amat sibuknya," tukas Agum yang pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan, Menteri Perhubungan, dan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan tersebut. (kid/kid)