Kostum MU Dilarang Masuk Rumah Gerrard

Haryanto Tri Wibowo, CNN Indonesia | Sabtu, 12/09/2015 16:29 WIB
Kostum MU Dilarang Masuk Rumah Gerrard Steven Gerrard mengaku diajarkan untuk membenci Manchester United sejak kecil. (Reuters / Carl Recine)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan kapten Liverpool, Steven Gerrard, merilis buku autobiografi terbaru jelang pertemuan The Reds melawan Manchester United di Old Trafford, Sabtu (12/9). Dalam buku tersebut Gerrard menyatakan sangat membenci MU.

Gerrard merilis buku terbarunya 'Steven Gerrard: My Story' di Liverpool, Jumat (11/9). Selama 18 tahun berkarier di Anfield, Gerrard mengaku sangat membenci MU yang lama mendominasi Liga Primer Inggris di bawah asuhan Sir Alex Ferguson.

"Saya diajarkan untuk membenci Manchester United. Itu telah ditanamkan di otak kami, hati kami, dan jiwa kami sebagai pendukung Liverpool. Kami tidak pernah suka satu sama lain, sebagai klub atau kota," tulis Gerrard melalui bukunya seperti dilansir Express.co.uk.


Saking kesalnya, Gerrard mengaku tidak pernah melakukan tukar kostum dengan pemain MU usai pertandingan. Gelandang yang saat ini memperkuat Los Angeles Galaxy itu bahkan melarang orang menggunakan kostum MU masuk ke rumahnya, atau dipajang di rumahnya.

"Mereka adalah musuh. Kostum mereka adalah satu-satunya yang saya larang masuk rumah. Saya punya banyak koleksi kostum yang saya tukar dari pemain klub lain, tapi tidak ada satu pun dari MU," tulis Gerrard.

Pertandingan MU melawan Liverpool malam nanti merupakan yang pertama sejak era Gerrard berakhir. Musim lalu, Gerrard hanya bermain 38 detik melawan MU di Anfield setelah mendapat kartu merah karena menginjak kaki Ander Herrera.

Gerrard mengatakan, itu adalah salah satu bukti kebenciannya terhadap The Red Devils. "Hanya butuh 38 detik bagi saya untuk diusir wasit ketika melawan Manchester United," ujar Gerrard.

"Wayne Rooney berada di dekat saya. Dia melihat saya, dan dia tahu saya sudah tidak ada. Ketika meninggalkan lapangan saya berpikir, 'Apa yang kamu lakukan? Kamu bodoh'. Pada akhirnya, 38 detik itu mendefinisikan kemarahan dan kegilaan saya," ujar Gerrard.

Lewat buku itu pula Gerrard mengungkapkan kekesalannya terhadap manajer Liverpool, Brendan Rodgers, yang sempat memberi isyarat akan memainkan gelandang 35 tahun itu sebagai starter saat melawan MU. (har/har)