Menurut Menpora, Djoko merupakan teladan bagi masyarakat, terutama kalangan olahraga. Selain dikenal sebagai sosok yang kritis, mantan Dubes Indonesia untuk Swiss itu turut berkontribusi dalam merumus rencana tata kelola sepak bola nasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Djoko Susilo dikabarkan meninggal dunia di RS Ali Sibro, Jakarta Selatan, karena serangan jantung. Pria yang pernah berprofesi jurnalis itu tutup usia dalam usia 54 tahun.
Semasa hidupnya, pria kelahiran 6 Juli 1961 ini dikenal sebagai pencinta sepak bola. Ketika masih menjadi Duta Besar di Swiss, Djoko beberapa kali menyoroti bobroknya tata kelola sepak bola Indonesia.
Itulah yang membuat Djoko dipercaya masuk ke dalam Tim Transisi setelah sebelumnya ditunjuk sebagai anggota Tim Sembilan. Namanya juga masuk ke daftar Tim Kecil yang direncanakan menjadi tim pemerintah Indonesia untuk berdialog dengan FIFA terkait roadmap pembenahan sepak bola Indonesia.
Jiwa kritis Djoko sempat menyulut amarah PSSI lewat pernyataan kontroversial yang menyebut PSSI dan klub Liga Super Indonesia (ISL) sebagai sarang mafia dan tempat pencucian uang. (jun)