Sebelumnya, Kemenpora sejak jauh-jauh hari telah mengimbau kepada PSSI untuk menggelar kongres di Yogyakarta. Namun, PSSI bersikukuh memilih Makassar sebagai lokasi ideal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, anggota komite eksekutif PSSI Tonny Aprilani kemarin (11/10) malam sudah mengonfirmasi kongres tetap diadakan di Makassar. PSSI juga tidak takut jika nantinya tidak diikuti sebagian pemilik suara.
Sampai saat ini, lanjut Agum, FIFA dan AFC hanya mengetahui kongres akan digelar di Makassar. Perwakilan dari FIFA dan AFC juga berencana hadir sejak 15 Oktober di Makassar.
Bila kongres batal terlaksana, besar kemungkinan akan jatuh sanksi kembali dari FIFA kepada Indonesia seperti yang terjadi pada tahun lalu.
Agum juga mengkhawatirkan permintaan Kemenpora kepada PSSI untuk menggelar kongres di Yogyakarta akan dikategorikam FIFA sebagai bentuk intervensi.
"Statuta mengatakan tempat ditentukan PSSI. Jadi atau tidak jadi, kami akan berangkat. Itu sebagai dorongan agar segera PSSI merampungkan persiapan ini.
"Dengan statement saya, sebetulnya saya berusaha untuk menengahi. Saya rasa PSSI kalau dipanggil Kemenpora akan hadir, bicarakan di situ mengenai rencana kongres ini. Komunikasikan dengan baik, bukan dengan cara saling mengancam," ucap Agum.
Selain itu, Agum menegaskan bahwa Komite Pemilihan bersikap independen dan netral dalam melaksanakan tugasnya hingga kongres nanti. Ia juga terbuka untuk perubahan lokasi di luar Makassar atau Yogyakarta.
"Mereka yang mengkhawatirkan jika kongres dilakukan di Makassar itu akan ada kecurangan, itu artinya tidak percaya dengan komite. Kami berkomitmen untuk bersikap independen, netral dan tidak ada intervensi darimana pun," ucapnya menambahkan.
(jun/kid)