Jelang Piala AFF 2016

Kisah Gol Pembuka nan Cepat Fakhri Husaini di Piala Tiger

Ahmad Bachrain, CNN Indonesia | Kamis, 17/11/2016 06:21 WIB
Kisah Gol Pembuka nan Cepat Fakhri Husaini di Piala Tiger Fakhri Husaini (paling kanan) bersama staf PSSI saat masih menangani timnas Indonesia U-19. ( CNNIndonesia.com/Martinus Adinata)
Jakarta, CNN Indonesia -- Fakhri Husaini seperti ingin mengulang masa-masa saat masih merumput di Timnas Indonesia, ketika ia menceritakan sejumput kisahnya membela skuat Garuda.

Piala Tiger 1996--kini bernama Piala AFF--merupakan debut dirinya berseragam Merah Putih. Ada satu kisah menarik kala ia kali pertama membela Timnas Indonesia di turnamen sepak bola bergengsi se-Asia Tenggara tersebut.

Fakhri tercatat sebagai pemain pertama yang mencetak gol di ajang Piala Tiger untuk Timnas Indonesia. Ketika itu tim Merah Putih ditangani pelatih asal Belanda, Henk Wullems.


Bahkan, Fakhri mencetak gol cepat ke gawang Laos pada menit kelima dari pesta gol kemenangan 5-1 pada laga itu. Gol tersebut merupakan yang tercepat di turnamen itu.

Selisihnya hanya satu menit lebih cepat dari gol pemain Vietnam, Nguyen Huu Dang, yang melesakkan bola ke gawang Myanmar pada menit keenam juga pada Piala Tiger 1996.

Debut Piala Tiger mantan pemain kelahiran Lhokseumawe tersebut semakin sempurna lagi dengan mencetak tiga gol pada turnamen edisi pertama.

Dua gol lagi dilesakkan ke gawang Myanmar pada menit ketujuh dan 66. Indonesia saat itu menghajar Myanmar 6-1 di fase grup.

"Saya ingat saat itu benar-benar menikmati bermain di Timnas karena komposisinya yang bagus. Ada para pemain dari jebolan PSSI Primavera juga seperti Kurniawan Dwi Yulianto dan Eri Irianto," tutur Fakhri.

"Saya juga ingat salah satu gol saya dinyatakan sebagai 'The Best Goal of The Week' oleh ESPN pada pertandingan itu."

Eksekusi Penalti Fakhri

Fakhri dikenal sebagai pemain yang cukup tenang dan cerdas dalam mengatur permainan di Timnas Indonesia.

Salah satu ketenangannya ketika ia mengeksekusi tendangan penalti untuk Timnas Indonesia yang hampir selalu berhasil ia lakukan.

"Tapi seingat saya, gol-gol dari penalti yang saya cetak bukan di Piala Tiger, tapi di SEA Games. Saya juga pernah gagal sekali menendang penalti di SEA Games," ungkapnya.

Eksekusi penalti yang paling fenomenal adalah saat mengalahkan Malaysia pada SEA Games 1997 di Jakarta.

"Saat itu dua penalti yang saya ambil dan Alhamdulillah, gol semua (ke gawang Malaysia)," terang Fakhry.

Fakhri mengaku banyak belajar dari mantan pemain yang jauh lebih senior darinya macam Ronny Pattinasarani dan kiper Timnas era 1980-an, Ponirin Meka.

Khusus dari 'Si Raja Penahan Tendangan Penalti', Fakhri masih ingat resep bocoran agar bisa tenang mengeksekusi penalti.

"Ia (Ponirin) pernah bilang kepada saya, kalau menendang penalti, jangan tatap mata kiper. Katanya itu bisa mengintimidasi penendang. Ternyata betul juga," ungkap Fakhri.

Gelandang Cerdas

Selain tendangan penalti, mantan pelatih Timnas Indonesia U-19 itu juga dikenal sebagai sosok gelandang yang mampu memberikan suplai-suplai umpan krusial di skuatnya.

Kelebihan utamanya adalah operan-operan bola matang dari setiap bagian kakinya. "Operan bisa dari kaki dalam, kura-kura, atau efek, yang penting selalu akurat," tuturnya.

Untuk kemampuan itu, Fakhri menilai hanya Evan Dimas yang kini mewarisi keistimewaannya dalam memberikan umpan-umpan ciamik.

"Saya perhatikan, Evan juga bisa mengoper bola dengan akurat dari sisi kaki mana pun. Dan, kemampuan itu amat jarang dimiliki pemain tengah di Indonesia," terang Fakhri.

"Ia (Evan) juga pemain yang cukup menjanjikan sebagai gelandang istimewa di timnas Indonesia."

Piala Tiger 1996 merupakan panggung pertama sekaligus terakhirnya Fakhri di ajang Asia Tenggara tersebut. (har)