Alfred Riedl Minta Persipura Dihukum

Arby Rahmat, CNN Indonesia | Kamis, 17/11/2016 16:35 WIB
Alfred Riedl Minta Persipura Dihukum Alfred Riedl jelang keberangkatan Timnas Indonesia ke Filipina. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelatih Timnas Indonesia Alfred Riedl meminta Persipura Jayapura dihukum menyusul keputusan manajemen klub Mutiara Hitam yang tidak mengizinkan Ferinando Pahabol bergabung skuat Indonesia untuk Piala AFF 2016.

Ferinando semula menjadi pilihan utama Riedl untuk menggantikan posisi Irfan Bachdim yang harus absen di Piala AFF 2016 karena cedera engkel. Namun, manajemen Persipura menolak permintaan Riedl.

Ketua Umum Persipura, Benhur Toni Mano, menyatakan pihaknya membutuhkan kehadiran Ferinando untuk tampil di kompetisi Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016.


"Iya betul. Kami sudah memberi Boaz Solossa. Kami kekurangan striker kalau dia (Ferinando) juga bergabung Timnas. Kenapa momen pemanggilan pemain ke Timnas selalu krusial, ini jadi tanda tanya juga buat kami," ujar Benhur.

Menanggapi keputusan manajemen Persipura, Riedl berharap pihak PT Gelora Trisula Sementara selaku operator dan regulator ISC memberi hukuman kepada Persipura.

Riedl menganggap Timnas Indonesia berhak memanggil Ferinando menyusul kesepakatan maksimal merekrut dua pemain dari masing-masing klub peserta ISC. Sebelumnya, Riedl sudah memulangkan Dominggus Fakdawer ke Persipura sebelum terjadinya cedera Irfan.

"Saya harap pihak liga (PT Gelora Trisula Semesta) dapat memberikan hukuman secepatnya kepada Persipura, karena mereka memiliki kontrak beberapa bulan lalu bahwa saya diperbolehkan mengambil dua pemain dari klub," ujar Riedl.

"Sekarang saya punya Boaz (Solossa), maka seharusnya saya bisa mengambil pemain mereka yang kedua. Tapi mereka menolaknya, jadi mungkin ada konsekuensi atas tindakan mereka."

Tidak hanya Persipura, Riedl juga meminta Semen Padang dihukum setelah tidak mengizinkan Jandia Eka Putra bergabung dengan skuat Timnas Indonesia.

"Tapi ini bukan hanya untuk Persipura tapi juga Semen Padang. Saya minta penjaga gawang Jandia Eka, tapi dia tidak ada kabar. Jadi saya tidak tahu apa yang akan liga lakukan dalam kasus ini," ucap Riedl. (har)