"Harusnya ada peringatan pertama, kedua dan ketiga. Setelah peringatan ketiga baru melaporkan ke pihak yang berwenang. Ini baru masuk peringatan pertama langsung jadi tersangka," kata Alamsyah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melihat sempitnya waktu yang dimiliki, Doddy pun meminta fatwa kepada LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah) untuk pelaksanaan sosialisasi Asian Games di enam kota karena KOI bukanlah lembaga BUMN atau lembaga pemerintah. Sebut saja, Palembang, Makassar, Surabaya, Banten, Medan dan Balikpapan.
Dody kemudian menyebut pada Coordination Committee Meeting (Corcom) ketiga di Bali, Dewan Olimpiade Asia (OCA) sudah menanyakan langkah yang telah dilakukan Indonesia usai ditunjuk jadi tuan rumah Asian Games. Saat itu bukan hanya progres sarana dan prasarana yang belum terlihat, sosialisasi pun belum berjalan.
"Anggaran ini sebenarnya sudah diminta Ibu Rita (Mantan Ketua Umum KOI, Rita Subowo) sejak Mei 2015. Tapi, baru turun setelah kepengurusan baru (Erick Thohir) terpilih."
"Untuk lelang pun tidak mungkin, uang ini harus habis 31 Desember. Sementara 24-26 Desember itu tidak efektif karena libur panjang. Untuk menyewa penyanyi saja harganya sudah selangit. Juknis pun keluar," ungkap Doddy.
Dody pun coba ikhlas menerima status tersangka yang disandangnya saat ini.
"Ini derita saya. Saya hanya bisa bilang Alhamdulillah, Innalillahi saya serahkan semua kepada yang kuasa," ucap Doddy. (ptr)