Menjadi Michael Schumacher: Pebalap Tanpa Titik Lemah

Arby Rahmat, CNN Indonesia | Selasa, 03/01/2017 10:15 WIB
Menjadi Michael Schumacher: Pebalap Tanpa Titik Lemah Michael Schumacher mendapatkan tujuh gelar juara dunia sepanjang kariernya. (AFP PHOTO / POOL / Manu Fernandez)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kendati saat ini Michael Schumacher seakan hilang ditelan bumi lantaran dalam masa pemulihan pasca-cedera kepala saat bermain ski pada 2013, prestasinya di dunia balap mobil Formula Satu (F1) akan sukar dikalahkan dalam beberapa generasi ke depan.

Schumacher, pebalap yang pada Selasa (3/1) ini genap 48 tahun, merupakan salah satu pebalap F1 terhebat sepanjang masa. Pria asal Jerman tersebut masih memegang rekor pebalap F1 dengan gelar juara terbanyak sepanjang masa, yakni tujuh kali juara.

Ross Brawn, Direktur Teknik yang mendampinginya di tim Benetton dan Ferrari, mengatakan bahwa sebagai pebalap Schumacher nyaris sukar ditandingi dalam segala aspek.


Schumacher memiliki kecepatan, kecerdasan untuk menyusun strategi balapan, kekuatan mental dalam menghadapi masa-masa sulit, dan juga hubungan yang baik dengan nyaris seluruh anggota tim.

Selain itu, Schumacher juga memiliki rasa antusiasme yang tinggi yang membuatnya bekerja lebih keras dari seluruh musuh-musuhnya. Ia akan datang paling pagi dan pulang paling malam.

Schumacher memiliki rekor kemenangan terbanyak, pole position terbanyak, dan gelar juara dunia terbanyak. Schumacher memiliki rekor kemenangan terbanyak, pole position terbanyak, dan gelar juara dunia terbanyak. (AFP PHOTO / FILIPPO MONTEFORTE)
Menurut Brawn, semangat itulah yang kemudian mempengaruhi seluruh anggota tim, mulai dari teknisi, mekanik, hingga para perancang mobil.

“Etos kerjanya menjadi contoh bagi semua orang. Michael Schumacher sering kali disebut mengendalikan tim Ferrari. Tapi itu salah. Yang Michael Schumacher lakukan adalah menjadi contoh bagi tim Ferrari,” kata Brawn.

“Itu sangat, sangat penting. Jika Anda membutuhkan sedikit insipirasi, Anda akan melihat pekerjaan yang ia lakukan. Jika Anda merasa sedikit sukar untuk bangun di pagi hari, coba pikirkan bahwa ia telah bangun dua jam lebih cepat.”

Satu rahasia lainnya, menurut Brawn, adalah betapa hebatnya Schumacher memasuki tikungan dengan kecepatan maksimal, sehingga ia bisa keluar dari tikungan dengan kecepatan yang lebih tinggi dari pebalap lainnya.

“Banyak pebalap bisa memasuki tikungan dan keluar dengan mulus,” kata Brawn.

“Terutama dengan alat pengendali traksi yang kami miliki sekarang. Anda tinggal perlu sampai ke titik tengah tikungan, menginjakkan kaki pada pedal dan sistem akan menjaga Anda. Tapi untuk urusan memasuki tikungan secara cepat, tak ada yang bisa menggantikan kemampuan seorang pebalap. Dari sana lah Anda bisa melihat keberanian dan teknik seorang pebalap.”

Schumacher lima kali juara dunia bersama Ferrari. Schumacher lima kali juara dunia bersama Ferrari. (AFP PHOTO / FILIPPO MONTEFORTE)
Berkat Sang ayah

Minat Schumacher pada dunia balap sudah terlihat sejak usia empat tahun. Ayahnya yang berprofesi sebagai tukang bangunan, Rolf, menyadari bakat Michael yang gemar bermain mobil-mobilan.

Rolf kemudian membawa anaknya untuk bermain mobil gokart di lintasan balap di klub Kerpen-Horrem, klub yang kemudian menjadi tempat berlatih Schumacher kecil dalam memulai karier sebagai pebalap pemula. Untuk mendukung karier anaknya di dunia balap, Rolf menambah penghasilan dengan mengambil pekerjaan lain sebagai penyedia jasa sewa dan perbaikan mobil gokart. Sementara ibunda Schumacher, Elisabeth, berjualan di kantin klub tersebut.

Menginjak usia 14 tahun, Schumacher mulai menjuarai berbagai kejuaraan gokart antara lain German Junior Kart Championship (1983). Empat tahun kemudian, ia bergabung dengan tim WTS Formula Tiga,  Willi Weber, dan memenangkan seri balap German Formula 3 dan Macau Grand Prix pada 1990, serta beragam ajang balap lainnya.

Ia muncul ke dunia F1 pada 1991 dengan status “hanya” sebagai pebalap berbakat didikan akademi Mercedes-Benz. Tapi pada balapan pertamanya di balik kemudi mobil Jordan-Ford di GP Belgia, Schumacher telah membuat dunia mengenal namanya sebagai salah satu pebalap yang akan diperhitungkan di masa depan.

Bersama Benetton, Schumacher dua kali menjadi juara dunia. Bersama Benetton, Schumacher dua kali menjadi juara dunia. (AFP PHOTO / Eric CABANIS)
Meski mengemudi di cuaca yang dingin, dan dengan mobil yang belum ia kenal benar, Schumacher mampu mendapatkan posisi delapan dalam sesi kualifikasi. Schumacher yang saat itu hanya menjadi pebalap pengganti, unggul dari rekan setimnya yang jauh lebih berpengalaman, Andrea de Cesaris.

Di usia 22 tahun, meski tanpa pengalaman menjajal balapan F1, Schumacher menunjukkan kelihaiannya dengan menyalip tiga mobil. Balapan pertamanya berakhir cepat setelah ia mengalami kerusakan kopling sehingga gagal finis. Namun saat itu ia telah membuat dunia balapan mengenal namanya – yang bahkan membuat tim Benetton-Ford dengan ingin cepat mendapatkan tanda tangannya.

Meski Benetton membawa namanya menjadi perhatian dunia setelah menyabet gelar juara F1 pada 1994 dan 1995, adalah tim Ferrari yang membuatnya namanya besar sampai saat ini.

Schumacher bergabung dengan Ferrari pada 1996, ketika tim Italia tersebut sedang dalam keadaan putus asa ingin segera menghadiri paceklik gelar sejak 1979.

Namun, kehadiran Schumacher tak lantas membuat Ferrari langsung berjaya.

Butuh waktu empat tahun bagi Schumacher untuk memberikan sesuatu yang Ferrari telah lama dambakan: gelar juara F1. Dan ketika gelar tersebut tiba, itu menjadi gerbang masa-masa kejayaan tim berjulukan 'Kuda Jingkrak' dalam waktu yang cukup lama.

Schumacher dan Ross Brawn menjadi otak di balik kebangkitan Ferrari. Schumacher dan Ross Brawn menjadi otak di balik kebangkitan Ferrari. (AFP PHOTO / ERIC CABANIS)
Dari 2000 sampai 2004, Schumacher menyapu bersih gelar juara selama lima musim beruntun. Pada 2004, ia bahkan 15 kali naik podium -- 13 juara, dua kali peringkat dua -- dari total 18 seri balapan.

Pada 2006, Schumacher sempat memutuskan untuk pensiun, sebelum kembali lagi membalap pada 2010 bersama tim Mercedes. Sayangnya, performanya tak lagi sebaik tahun-tahun sebelumnya.

Selama kurang lebih dua tahun di tim Mercedes dan tampil di ajang F1, Schumacher tak mampu menembus peringkat lima besar. Eranya sudah digantikan pebalap Jerman lainnya dari tim Red Bull Racing, Sebastian Vettel.

Lalu pada 2012, Mercedes menggantikan Schumacher dengan Lewis Hamilton. Di tahun itu pula Schumacher pensiun untuk kedua kalinya.

"Sejak saat ini, kehidupan bakal menawarkan beberapa peluang baru kepada saya. Saya menantikan kehidupan saya selanjutnya setelah membalap. Saya lebih memilih menggambarkan diri saya sebagai seorang pejuang, seseorang yang tak melihat ke belakang," kata Schumacher saat itu, seperti yang dikutip dari CNN.

Setahun kemudian, pebalap legenda tersebut terkena musibah. Schumacher mengalami cedera fatal saat berlibur bersama keluarganya di pegunungan Alpen pada 29 Desember 2013. Dia mengalami kecelakaan ketika tengah bermain ski.

Semenjak mengalami cedera tersebut, keluarga Schumacher menginginkan privasi agar upaya pemulihan pria asal Jerman itu berjalan lancar. Saat ini Schumacher dirawat dengan para tenaga medis khusus di rumahnya yang berada di kawasan Danau Geneva. (jun/vws)