Bangkrutnya Manor Harus Jadi Perhatian Bos Baru F1

Dika Dania Kardi, CNN Indonesia | Minggu, 29/01/2017 08:55 WIB
Bangkrutnya Manor Harus Jadi Perhatian Bos Baru F1 Bos Sauber meminta pemilik baru F1 menjadikan insiden bangkrutnya Manor sebagai perhatian untuk mengubah aturan tentang kestabilan keuangan tim-tim balap. (Dok. Manor Grand Prix Racing Ltd)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bangkrutnya tim balap Formula One (F1) asal Inggris, Manor Racing, harus menjadi perhatian bagi pemilik baru kompetisi jet balap tersebut. Saat ini otoritas balap F1 telah beralih dari tangan Bernie Ecclestone ke tangan pemodal Amerika Serikat yang bernaung di bawah Liberty Media.

Hal tersebut diungkap bos tim balap Sauber, Monisha Kaltenborn. Kaltenborn meminta pemilik baru kompetisi F1 memerhatikan kesenjangan finansial antar tim yang terjadi itu secepat mungkin.

Liberty Media pun sebetulnya sudah berjanji untuk kembali menganalisis pendistribusian pendapatan dari kompetisi tersebut. Namun, hal itu tampaknya tak akan berubah sebelum perjanjian komersial yang ada saat ini selesai pada 2020 mendatang.


Saat ini raksasa finansial dari pendapatan kompetisi dikuasai tim-tim besar seperti Ferrari, Mercedes, Red Bull, McLaren, dan Williams. Untuk contoh, kata Kaltenborn, pembagian untuk Ferrari yang didapat karena posisi akhir di klasemen saat kompetisi selesai dari otoritas mencapai dua kali lipat daripada bonus yang didapat Sauber.

“Saya sungguh berharap itu tidak perlu menunggu hingga 2020 karena saya yakin orang tak akan seperti itu dalam investasi, mereka melakuakn rencana bisnis di tempat harusnya dimulai ketika mereka mengambil alih dan bukan dimulai pada 2020,” ujar Kaltenborn seperti dilansir dari ESPN.

Kaltenborn mengatakan restrukturisasi keistimewaan finansial atau pembagian bonus dari ajang balap F1 itu harus digelar segera.

“Jika anda ingin membuat kompetisi ini makin ketat anda juga harus bekerja seperti ini. Jadi saya kira segala hal [tentang bisnis F1] bisa terlihat, dan kami jelas memiliki dasar yang baru,” sambung Kaltenborn.

Manor Racing sendiri sudah mulai kesulitan dana sejak masih menggunakan mesin Ferrari dan bernama Marussia. Namun, di akhir kompetisi tim yang berbasis di Inggris itu bisa bertahan. Bahkan, untuk tahun lalu, ketika Manor mendaulat pemuda Indonesia Rio Haryanto sebagai salah satu pebalapnya ia diharuskan membayar. Atau, dengan kata lain, selain karena prestasinya Rio harus membayar untuk kursi balap di tim Manor.

Ketidakmampuan Rio membayar penuh akhirnya membuat pria asal Solo itu hanya membalap selama setengah musim bersama Manor.

Ketika musim berakhir, pemilik Manor berupaya menjual tim tersebut. Namun, hingga awal bulan ini tak muncul berminat baru sehingga konsultan bisnisnya pun, FRP Advisory, menyatakan bangkrut.

Adapun tentang keadilan finansial tersebut, pada September 2015, tim Sauber dan Force India telah mengadukan hal ini kepada Komisi Uni Eropa. Kini, berdasarkan insiden bangkrutnya Manor, salah satu anggota dewan di Inggris, Anneliese Doods menyampaikan upaya untuk melanjutkan investigasi.

(kid)


BACA JUGA