Keinginan OCA dan KOI itu timbul lantaran raihan prestasi atlet Asia yang cukup baik belakangan. Asian Winter Games (AWG) 2017 di Sapporo, Jepang menjadi titik awal bagi KOI memberikan dukungannya.
Lihat juga:Tambahan Dana INASGOC Cair Agustus |
Apalagi kini, Sapporo menjadi gelaran yang pesertanya dikategorikan terbanyak lewat 30 partisipan dengan tambahan dari wakil Oseania, Australia dan Selandia Baru.
Komisi Eksekutif KOI bidang Sports Development, Harry Warganegara berencana akan mengembangkan pembinaan olahraga es yang selama ini masih tertinggal, tak hanya dengan negara Asia lainnya, tapi juga dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara.
"Malaysia sudah membangun olahraga es sejak 15 tahun lalu. Mereka sudah tiga kali ikut AWG, begitu pula Thailand, Singapura, dan Filipina. Dalam kapasitas dan tanggung jawab sebagai anggota komisi eksekutif KOI, saya akan mengupayakan agar Indonesia bisa pula bertanding di Olimpiade musim dingin," ujar Harry.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tadi saya menyaksikan di lomba short track speed skating, bagaimana atlet-atlet Indonesia mampu mengalahkan atlet Malaysia, Thailand, dan Filipina. Hal itu menunjukkan kita memiliki potensi meskipun fasilitas latihan dan dana terbatas karena mereka hanya berlatih di mall dengan dana dari kantong pribadi atau dari organisasinya," jelas Raja.
Pada penampilan perdana di AWG ini, tim Merah Putih ikut di tiga cabang yang semuanya berlangsung di dalam ruangan, seperti hoki es, figure skating, dan short speed track skating. (bac)