Asian Games 2018

Orang Tua Nyaris Pingsan Lihat Anak Raih Emas Asian Games

Arby Rahmat, CNN Indonesia | Selasa, 28/08/2018 11:24 WIB
Orang Tua Nyaris Pingsan Lihat Anak Raih Emas Asian Games Muhammad Hinayah (kanan) meraih medali emas Asian Games 2018 dari nomor estafet beregu putra. (REUTERS/Edgar Su)
Jakarta, CNN Indonesia -- Keberhasilan Muhammad Hinayah yang berhasil meraih medali emas panjat dinding nomor estafet beregu atau speed relay putra Asian Games 2018 di Jakabaring Sport City (JSC) pada Senin (27/8), membuat sang ayah Herman nyaris pingsan.

Tepat sebelum Hinayah dipanggil untuk pengalungan medali, Herman dibopong seorang laki-laki. Kakinya tampak lemas hampir tidak bisa berjalan, seperti hampir pingsan.

Herman menangis, bicara pun terbata-bata sambil tangannya mengusap air mata. Ia langsung mengucap syukur ketika ditanya awak media soal prestasi anaknya.


"Alhamdulillah, terima kasih banyak," kata Herman.

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan tersebut mengaku tegang dan gugup menyaksikan anaknya bertanding.

Laki-laki berusia 43 tahun ini mengaku datang jauh menggunakan motor dari Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, yang jaraknya 131 kilometer ke JSC. Sementara ibu Hinayah tidak ikut namun tetap mengirimkan doa dari rumah.

Herman (kanan) menangis karena perjuangan Muhammad Hinayah selama ini berbuah medali emas Asian Games 2018.Herman (kanan) menangis karena perjuangan Muhammad Hinayah selama ini berbuah medali emas Asian Games 2018. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)
Herman tidak terlalu lancar berbahasa Indonesia lantaran sering berkomunikasi menggunakan bahasa daerah. Meski demikian, Herman tetap berusaha menyampaikan cerita perjuangan anaknya.

"Hinayah itu sampai setop kuliah [di] Politeknik Sriwijaya. Pesan saya kepada anak untuk berjuang di Asian Games adalah tetap ibadah. Sekarang dia sudah menang, saya senang," katanya.

Melihat kedatangan sang ayah, Hinayah berusaha tegar dan menahan tangis. Ia membenarkan pekerjaan Herman yang sehari-hari kuli bangunan.

"Kadang serabutan. Saya sangat terima kasih terhadap beliau atas kedatangannya, dan medali ini hadiah untuk mereka semua yang mendukung saya," ucap Hinayah, atlet asal Sumatera Selatan tersebut.

Meraih medali emas, Hinayah akan mendapat rumah dan beasiswa dari Provinsi Sumatra Selatan.Meraih medali emas, Hinayah akan mendapat rumah dan beasiswa dari Provinsi Sumatera Selatan. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)
"Pastinya kedatangan ayah menambah semangat, keluarga adalah semangat saya. Beliau [Herman] adalah motivasi saya."

Bonus Rumah dan Beasiswa

Atas prestasi Hinayah, Gubernur Provinsi Sumatera Selatan Alex Noerdin cepat tanggap memberikan hadiah. Rencananya, atlet 22 tahun itu bakal diberi rumah dan beasiswa.

"Sekarang dia jadi juara Asian Games 2018, bonus dari pemerintah provinsi: Satu rumah untuk Hinayah. Rumahnya akan segera diberikan," ujar Alex.

"Kalau dia mau sekolah atau kuliah lagi, kami biayai. Terserah mau di Sekayu atau Palembang," ujarnya melanjutkan.

Hinayah berharap Alex bisa membangunkan rumah baru di Sekayu. Ia juga tidak berkecil hati lantaran kuliahnya terganggu untuk persiapan Asian Games 2018.

"Ya, saya setahun meninggalkan kuliah. Diberikan cuti, pihak kampus juga sangat mendukung," ucapnya. (sry/jun)