Euforia Asian Games Akan Dimanfaatkan Asian Para Games

Titi Fajriyah, CNN Indonesia | Rabu, 05/09/2018 15:24 WIB
Euforia Asian Games Akan Dimanfaatkan Asian Para Games Atlet-atlet Indonesia siap beraksi di Asian Para Games 2018. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Panitia penyelenggara Asian Para Games 2018 (INAPGOC) akan berusaha menjaga momentum euforia Asian Games 2018.

Ketua Umum INAPGOC, Raja Sapta Oktohari, mengungkapkan rasa terima kasih kepada panitia penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) yang telah berhasil menggelar pesta olahraga Asia sejak pertengahan Agustus hingga awal September.

Okto menilai salah satu indikator keberhasilan adalah euforia masyarakat Indonesia, khususnya di Jakarta dan Palembang yang dianggap luar biasa. Untuk menjaga momentum tersebut, INAPGOC berencana mempertahankan area komerisal di Gelora Bung Karno (GBK) seperti yang telah diterapkan pada Asian Games lalu.


"Harapannya [mempertahankan area komersial di festival GBK] supaya euforia yang sedang tinggi ini bisa kami jaga. Karena sebelumnya Asian Games berhasil menyajikan penyelenggaraan yang sukses dan prestasi yang membanggakan," kata Okto di Solo, Selasa (4/9).

Ilustrasi keramaian di kawasan Gelora Bung Karno pada saat penyelenggaraan Asian Games 2018.Ilustrasi keramaian di kawasan Gelora Bung Karno pada saat penyelenggaraan Asian Games 2018. (CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP)
Selain mempertahankan area festival di GBK, INAPGOC juga akan mengadaikan pawai obor yang akan dimulai di Solo, Rabu (5/9) dan parade maskot Asian Para Games bernama Momo pada saat car free day 23 September mendatang di Jakarta.

"Mudah-mudahan area komersial di GBK bisa dibuka pada pertengahan September nanti. Dalam waktu dekat akan ada tampilan baru ikon Asian Para Games," lanjut Okto.

Tiket Gratis untuk Penyandang Disabilitas

Okto menambahkan tiket Asian Para Games 2018 dibagi menjadi empat. Pertama, tiket upacara pembukaan di Staidon Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan dan upacara penutupan di Stadion Madya, Senayan.

Khusus untuk tiket upacara pembukaan dan penutupan bakal dijual secara terbatas. Setiap pembeli tiket juga bakal diberikan jatah maksimal pembelian untuk menghindari calo.

Kedua, tiket masuk ke kawasan GBK seperti yang juga dilakukan saat Asian Games. Ketiga, tiket pertandingan dan terakhir tiket pertandingan final.

Keterbatasan kapasitas venue membuat INAPGOC harus melakukan kebijakan first come first serve atau melayani penonton berdasarkan waktu kedatangan. Panitia juga tidak akan menyediakan nomor bangku.

"Penjualan tiket, menyusul akan kami informasikan. Untuk teman-teman difabel, kami tidak menyedialan kebijakan diskon khusus. Tapi kami memberikan gratis untuk semua kaum difabel untuk masuk, karena Asian Para Games adalah pestanya disabilitas," jelas Okto. (nva/har)