PSSI Harus Realistis Tentukan Gaji Milla di Timnas Indonesia

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 18/09/2018 17:57 WIB
PSSI Harus Realistis Tentukan Gaji Milla di Timnas Indonesia Luis Milla telah menjalani kontrak pertama dengan PSSI untuk menangani Timnas Indonesia senior dan U-23 pada 2017 hingga 2018. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengurus Asosiasi Provinsi PSSI Jawa Barat Tommy Apriantono mengatakan PSSI harus realistis saat memutuskan untuk memperpanjang kontrak Luis Milla di Timnas Indonesia.

Keterbatasan dana PSSI menjadi salah satu alasan Tommy meminta induk sepak bola Indonesia itu untuk realistis karena gaji pelatih berkebangsaan Spanyol itu diklaim mencapai €2 juta atau sekitar Rp34 miliar per tahun atau Rp2,5 miliar per bulan di luar pajak penghasilan.

Sementara urusan PSSI soal sepak bola tidak hanya mengenai Timnas Indonesia U-23 dan senior yang menjadi tanggung jawab Luis Milla. PSSI juga masih harus mengurus timnas kelompok umur yang saat ini juga terus dimajukan.


Belum lagi Timnas Indonesia putri yang saat ini tengah melakoni Piala AFC di Kirgiztan. Selain itu sosialisasi Filosofi Sepak Bola Indonesia (Filanesia) juga terus diperkenalkan ke seluruh pelatih di pelosok negeri.

"Jumlah segitu harus diperhitungkan lagi oleh PSSI, sebagai otoritas sepak bola punya enggak dana segitu? Karena banyak yang harus dibayarkan," kata Tommy kepada CNNIndonesia.com, Selasa (18/9).

Jika tidak punya dana, lanjut Tommy, PSSI harus bisa memutar otak demi mendapatkan dana untuk menutupi gaji Luis Milla. Itu dilakukan supaya kebutuhan lain di luar Luis Milla juga bisa terpenuhi, termasuk sepak bola usia muda yang jadi perhatian khusus.

Timnas Indonesia akan menjalani pertandingan di turnamen Piala AFF 2018.Timnas Indonesia akan menjalani pertandingan di turnamen Piala AFF 2018. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
"Bisa lewat sponsor, merchandise dan lain-lainnya. Ini bagian pemasaran dan penjualan yang harus dioptimalkan. Apalagi sepak bola adalah salah satu olahraga industri yang bisa dijual," sebut Tommy.

Selain itu, Tommy juga menyayangkan hubungan yang kurang harmonis antara PSSI dan pemerintah dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Menurutnya, pemerintah juga bisa menjadi salah satu opsi untuk bisa membantu biaya gaji Luis Milla di Timnas Indonesia.

"Kalau tidak harmonis ya konsekuensinya, PSSI harus bayar sendiri. Berdasarkan statuta FIFA, PSSI tidak boleh dipengaruhi pihak manapun, termasuk pemerintah. Tapi, di negara berkembang seperti Indonesia hal ini sulit, karena federasinya masih tidak mampu dan belum bisa mandiri." ujarnya.

Selain soal gaji, Tommy juga meminta PSSI juga harus lebih tegas menentukan target kepada Luis Milla. Timnas Indonesia bakal tampil di ajang Piala AFF 2018 dan SEA Games 2019 di Manila, Filipina.

"Target realistisnya harus lebih tegas. Kalau tidak tembus target, langsung putus kontrak. Soal biaya juga harus realistis, kalau tidak punya uang, tidak usah memaksakan, nanti malah menambah beban utang lagi," terang Tommy. (TTF/nva)