Kaki Robek dan Belajar Menabung untuk Persija Jakarta

CNN Indonesia | Kamis, 06/12/2018 23:06 WIB
Kaki Robek dan Belajar Menabung untuk Persija Jakarta Kusmayana menjadi salah satu saksi kemenangan Persija di Liga Indonesia 2001. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H)
Jakarta, CNN Indonesia -- Apapun dilakukan demi Persija Jakarta. Seperti itulah kira-kira gambaran mereka yang fanatik mendukung klub berjuluk Macan Kemayoran yang kini memiliki peluang meraih gelar juara Liga 1 2018.

Kulit kaki robek yang dialami Kusmayana adalah salah satu 'hadiah' kesetiaan mendukung Persija. Kejadian yang membuat kakinya luka itu dialami saat merayakan kemenangan Bambang Pamungkas dan kawan-kawan yang juara Liga Indonesia pada 2001.

Kala itu, Persija juara setelah mengalahkan PSM Makassar dengan skor 3-2 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada 7 Oktober. Tiga gol Macan Kemayoran dicetak Imran Nahumarury (3') dan Bambang Pamungkas (42', 47'), sedangkan dua gol PSM dicatat Miro Baldo Bento (65') dan Kurniawan Dwi Yulianto (80').


Kusmayana kegirangan atas gelar juara tersebut. Itu adalah pertama kalinya lagi Persija juara sejak Perserikatan pada 1979.

"Kami hura-hura, berangkat ke patung [Monumen] Selamat Datang di Bundaran HI [Hotel Indonesia]. Kami lompat [ke dalam kolam monumen], ternyata di bawah kolam tersebut ada pipa air mancur [dari besi]," kata pria yang kini berusia 38 tahun tersebut kepada CNNIndonesia.com di Lapangan Sutasoma ketika menyaksikan latihan Persija, Rabu (5/12).

Kusmayana (duduk berbaju merah) menyaksikan latihan Persija.Kusmayana (duduk berbaju merah) menyaksikan latihan Persija. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H)
Malam itu Kusmayana larut dalam kegembiraan bersama ratusan atau bahkan mungkin ribuan pendukung Persija lainnya dan tak menyadari ada luka yang cukup dalam di atas mata kaki sebelah kanan di kaki kanan.

"Kami pulang pakai Metro Mini bersama rombongan. Ketika pulang, baru sadar kalau kaki robek kena pinggiran pipa," katanya menambahkan.

Tujuh belas tahun sejak kejadian itu, Kusmayana masih setia menjadi pemain ke-12 Persija.

Pengurus angkutan umum Koperasi Wahana Kalpika tersebut sudah berkeluarga dengan seorang istri sesama pendukung Persija yang berasal dari Betawi dan sama-sama berdomisili di Lubang Buaya. Dua anak Kusmayana pun ketularan jadi penggemar Persija. Kusmayana memang ingin keluarganya menyukai apa yang dia sukai. Dengan begitu, ia jadi punya teman untuk berbagi cerita, pengalaman, apalagi bersama dengan orang-orang terdekat yang ia sayangi.

Kaki Robek dan Belajar Menabung untuk Persija JakartaBambang Pamungkas menjadi satu-satunya pemain yang meraih gelar bersama Persija pada 2001 dan bertahan hingga kini. (Nyoman Budhiana)
"Dari bujangan dukung Persija, dari tahun 1998. Bajunya [Persija di tahun tersebut] pun saya masih punya. Saya suka Persija karena saya orang Jakarta asli, klub ini saja yang paling eksis dan ada di Jakarta. Pertamanya suka Persija dari teman, lalu saya terbawa, telanjur [suka] dan kemudian sekarang saudara-saudara lain juga suka," ucap dia.

Selain pengorbanan kaki robek, Kusmayana juga berkorban secara materi. Menabung sudah menjadi kebiasaan baginya demi mendapatkan tiket tim kesayangan.

"Saat SMP, uang jajan saya itu Rp1.500. Yang saya pakai jajan itu Rp1.000, sisa Rp500. Sisa uang jajan saya dikumpulin selama dua pekan untuk beli tiket pertandingan Persija seharga Rp15.000," ujar Kusmayana.

"Kalau kurang, ditambahi teman. Kalau tidak cukup ya tidak jadi berangkat. Untuk ongkos, saya pakai baju The Jak saja sudah aman naik Metro Mini. Tidak bayar, kernetnya sudah paham," ujarnya melanjutkan.

Penantian Kusmayana untuk melihat kembali Persija juara sebagai seorang ayah mungkin akan terwujud. Persija bakal mengakhiri Liga 1 2018 usai bertanding lawan Mitra Kukar dalam pertandingan pekan 34 di SUGBK pada Minggu (9/12). Bila menang lawan Mitra Kukar, Persija jadi juara. Kusmayana sudah merencanakan sesuatu jika klub kesayangannya menjadi juara.

"Mau jalan-jalan ke puncak, baju Persija saya foto-fotoin. Saya mau ke tempat yang dingin, berapa puluh tahun lagi [Persija] bisa juara?" tutur dia.

Ketika ditanya sampai kapan akan terus mendukung Persija, Kusmayana hanya menjawab singkat. "Sampai mati. Dari dulu, Persija sampai mati," tuturnya. (nva/sry)