Dihukum Kasus Doping, Nasri Sempat Takut Kariernya Berakhir

CNN Indonesia | Sabtu, 12/01/2019 01:40 WIB
Dihukum Kasus Doping, Nasri Sempat Takut Kariernya Berakhir Samir Nasri sempat takut pensiun dini karena hukuman doping. (Reuters/John Sibley)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gelandang asal Prancis Samir Nasri sempat ketakutan karier sebagai pesepak bola akan berakhir lantaran mendapat hukuman larangan bermain selama 18 bulan dari UEFA.

Nasri dihukum UEFA pada Februari 2018 lalu karena penggunaan penggunaan infus yang diterimanya di sebuah klinik di Los Angeles pada Desember 2016. Penggunaan infus itu pun dianggap melanggaran aturan Badan Anti-Doping Dunia.

Kendati demikian hukuman itu selesai pada akhir Desember 2018. Nasri pun direkrut West Ham United hingga akhir musim nanti.


Meski begitu Nasri mengaku masih frustrasi dengan hukuman yang diterimanya selama lebih dari satu tahun itu.

"Saya kehilangan satu tahun karier yang baru saja berjalan seperti itu, dan pada satu titik mereka berbicara tentang skorsing selama empat tahun," ujar Nasri kepada Sky Sports.

Nasri berterima kasih kepada Manuel Pellegrini karena direkrut ke West Ham.Nasri berterima kasih kepada Manuel Pellegrini karena direkrut ke West Ham. (AFP PHOTO / OLI SCARFF)
"Banyak hal terlintas dalam pikiran saya. Saya pikir karier saya sudah berakhir sehingga memiliki kesempatan kedua ini membuat saya beruntung ," Nasri menambahkan.

Nasri tetap membantah telah menggunakan doping. Karena itu juga mantan pemain Manchester City itu kecewa mendapatkan sanksi yang begitu panjang.

"Saya masih kecewa tentang hal itu karena saya tidak menggunakan zat apa pun. Itu hanya dosis vitamin yang terlalu banyak. Saya bisa melakukannya dalam dua hari, tetapi saya melakukannya hanya dalam satu hari, dan jadi saya menyesal karena sakit," Nasri menuturkan.

Nasri berpeluang melakoni debut di Liga Primer Inggris bersama West Ham saat menghadapi mantan klubnya Arsenal pada Sabtu (12/1) waktu setempat. (sry/bac)