Pantauan CNNIndonesia.com di lokasi, tampak tiga orang petugas dan beberapa staf Asprov di dalam kantor yang terletak di Jalan Ketampon, Surabaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya benar [ada kegiatan satgas]," kata salah seorang anggota Satgas Anti Mafia Bola.
"Kami tidak bisa menjelaskan, nanti Pak Argo [Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono], yang pusat ya yang menjelaskan," ujar dia.
Yang pasti, kata dia, proses yang dilakukan Satgas Anti Mafia Bola masih terus berjalan di berbagai wilayah, termasuk di Jawa Timur.
Ia hanya meminta awak media untuk tak meliput kegiatannya, termasuk tidak mengambil gambar.
Sementara itu, Ketua Asprov PSSI Jatim Ahmad Riyadh mengaku baru mendapatkan informasi kedatangan Satgas Anti Mafia Bola melakui stafnya.
Ia mengatakan, kedatangan Satgas tersebut memang mencari sejumlah berkas yang dengan kompetisi Piala Suratin, yang digelar dalam kurun waktu tertentu.
"Hanya meminta data dokumen surat Piala Suratin 2009 sampai 2018," ujar Riyadh saat dikonfirmasi.
Riyadh yang mengaku tengah berada di Jakarta menyebut Satgas Anti Mafia Bola juga mencari dokumen pertanggungjawaban wasit saat Piala Suratin.
Namun kata Riyadh, tak semua dokumen bisa diserahkan PSSI ke Satgas, karena pihaknya membutuhkan waktu yang lebih lama lagi.
Lihat juga:Loyalitas Tak Berbalas Lord Atep di Persib |
Sebelumnya, sejumlah polisi juga mendatangi kantor Asprov PSSI Jawa Timur pada 27 Desember 2018. Kedatangan polisi tersebut, diduga untuk mencari sejumlah dokumen terkait struktur kepengurusan Asprov. (frd/har/nva)