Pada akhir 2018, tekanan agar Edy turun dari kursi PSSI 1 sempat menguat seiring buruknya penampilan Timnas Indonesia di Piala AFF 2018. Timnas Indonesia gagal lolos ke babak semifinal sehingga pendukung Garuda kecewa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kongres tersebut akan diikuti 85 pemilik suara yang juga anggota PSSI. Para pemilik suara itu terdiri dari 34 Asprov, 18 klub Liga 1, 16 klub Liga 2, 16 klub Liga 3, dan 1 Asosiasi Futsal.
Edy Rahmayadi sudah menduduki kursi ketua umum PSSI selama lebih dari dua tahun. (Dok. PSSI) |
"Dan fokus melakukan pengawasan kegiatan PSSI sehingga tidak menimbulkan masalah seperti mafia bola, harus fokus. Masih banyak hal yang harus ditingkatkan," ujar Sabarudin.
"Puas itu kalau sudah terpenuhi semuanya, ini masih banyak hal yang harus kami kritisi dan evaluasi. Sehingga mendatang, kami berharap kepemimpinan PSSI betul-betul fokus dan menjadi organisasi yang bermartabat dan profesional," ujarnya menambahkan.
"Kami sesuai mekanisme saja. Kami akan baca [situasi] ada atau tidak kemauan itu [mendesak Edy mundur dalam Kongres PSSI]," ucap dia.
Mengenai kepemimpinan Edy,Uden lebih melihat kepada kebijakan yang dihasilkan. "Saya merasa 'sentuhan'-nya [Edy], sehingga kami merasa berjalan sendiri-sendiri saja. Tidak ada upaya untuk diberdayakan," ucapnya melanjutkan.
"Saya tidak lebih dari situ. Saya tidak dalam kapasitas berkomentar hal ini. Selebihnya, PSSI ingin sampaikan organisasi ini memiliki mekanisme untuk menyampaikan aspirasi. Sehingga sederhananya, siapa saja boleh [berpendapat]. Namun mekanisme dan aturan mesti dimengerti," tutur Joko. (map/nva/bac)
Edy Rahmayadi sudah menduduki kursi ketua umum PSSI selama lebih dari dua tahun. (Dok. PSSI)