Menpora: Presiden Jokowi Serius Benahi Sepak bola Indonesia

CNN Indonesia | Kamis, 14/02/2019 15:45 WIB
Menpora: Presiden Jokowi Serius Benahi Sepak bola Indonesia Presiden Jokowi mengeluarkan Inpres Percepatan Pembangunan Sepak Bola Nasional. (ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Imam Nahrawi menegaskan Presiden RI Joko Widodo sangat serius untuk memperbaiki prestasi sepak bola nasional.

Hal itu Imam sampaikan menanggapi Instruksi Presiden RI Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional.

"[Jokowi] sangat serius. Kalau tidak ada perhatian, tidak mungkin ada rapat terbatas membahas masalah sepak bola. Dan rapat ini sudah dilakukan bertahun-tahun yang lalu oleh Pak Presiden," kata Imam di Kemenpora RI, Kamis (14/2).


Jokowi melalui Inpres tersebut menginstruksikan Menpora beserta 11 menteri lainnya, Kapolri, gubernur, dan para bupati ataupun walikota, untuk mengambil langkah yang diperlukan sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing kementerian atau lembaga.

Presiden mengatakan langkah-langkah peningkatan prestasi sepak bola nasional dan internasional dilakukan melalui pengembangan bakat, peningkatan jumlah dan kompetensi wasit serta pelatih sepak bola.

Selain itu, Inpres Presiden juga menekankan pengembangan sistem kompetisi berjenjang dan berkelanjutan, pembenahan sistem dan tata kelola sepak bola, penyediaan prasarana dan sarana stadion sepak bola di seluruh Indonesia sesuai standar internasional, serta mobilisasi pendanaan untuk pengembangan sepak bola.

Piala Presiden rutin digelar di era Presiden Joko WIdodo.Piala Presiden rutin digelar di era Presiden Joko WIdodo. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Khusus kepada Menpora RI, Presiden meminta untuk melakukan pengembangan kurikulum dan bakat pemain sepak bola. Selain itu, Menpora juga diminta untuk melakukan pembinaan usia dini secara berjenjang.

"Sepak bola itu menjadi kebanggaan seluruh masyarakat bangsa. Maka PSSI tidak bisa berjalan sendiri, harus mendapat sokongan dan dukungan semua pihak terutama dari kementerian."

"Tidak hanya soal infrastruktur, stadion, tapi juga bagaimana penjenjangan dan pembinaan sejak usia dini, di sekolah, madrasah, perguruan tinggi, itu harus mendapat dukungan yang luar biasa," terang Imam.

Imam menyampaikan Inpres Percepatan Pembangunan Persepakbola Nasional sebetulnya sudah lama dibahas. "Tapi kami tahu bagaimana PSSI juga masih buka tutup untuk memberi peluang kehadiran pemerintah untuk itu," ucapnya menambahkan.

CNNIndonesia.com mencoba menghubungi PSSI untuk dimintai keterangan terkait Inpers tersebut. Namun hingga berita ini dibuat, PSSI belum memberikan jawaban.

"Inpres menginstruksikan kepada seluruh kementerian khususnya Kemenpora untuk memberikan fasilitasi kepada setiap komunitas, anak bangsa maupun klub-klub, sentra-sentra olahraga yang akan menaikkan atau meningkatkan kualifikasi mereka, sekaligus berpartisipasi di ajang-ajang internasional," ujar Imam. (map/jun)