Jokdri Tersangka ke-15 Sejak Satgas Anti Mafia Bola Dibentuk

CNN Indonesia | Sabtu, 16/02/2019 14:35 WIB
Jokdri Tersangka ke-15 Sejak Satgas Anti Mafia Bola Dibentuk Joko Driyono dijadikan tersangka oleh Satgas Anti Mafia Bola. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H)
Jakarta, CNN Indonesia -- Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono merupakan tersangka ke-15 sejak Satgas Anti Mafia Bola dibentuk Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia (Bareskrim Polri).

Joko ditetapkan menjadi tersangka perusakan dan pencurian barang bukti sejak Kamis (13/2). Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan dari 15 tersangka terrsebut, enam berkas perkara sudah dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

"Di Liga 3 sudah menetapkan beberapa tersangka, di liga 2 juga. Jadi seluruhnya sudah ada 15 tersangka. Enam berkas perkara sudah dilimpahkan ke JPU, empat berkas perkara lanjutan proses penyelesaian, satu berkas lainnya juga [proses penyelesaian]," kata Dedi dalam konferensi pers di Mabes Polri, Sabtu (15/2).


"Tersangka termasuk saudara J [Joko] ada 15. Kami sudah melakukan beberapa penyitaan di kantor PSSI [Kemang dan FX Sudirman], kantor Komdis [Komisi Disiplin] PSSI, termasuk di kediaman saudara J sendiri," sambung Dedi.

Pekerjaan Satgas Anti Mafia Bola dalam memberantas pengaturan skor di sepak bola Indonesia, lanjut Dedi, belum tuntas. Dedi mengatakan Satgas Anti Mafia Bola baru bisa menjelaskan alasan maraknya pengaturan skor di Indonesia setelah mendapatkan fakta-fakta hukum secara menyeluruh.

Joko Driyono akan diperiksa pekan depan.Joko Driyono akan diperiksa pekan depan. (ANTARA FOTO/Reno Esnir)
"Jadi biarkan Satgas bekerja maksimal dan tuntas. Nanti akan dianalisa komprehensif, baru kami bisa menjelaskan apa yang bisa jadi benang merah di Liga 3, Liga 2, dan Liga 1. Ingat, Satgas bertindak punya landasan dan fakta hukum yang sangat kuat," ucap Dedi.

"Kami tidak mau terburu-buru. Dan kami selalu mengedepankan asas praduga tak bersalah pada seseorang," ucapnya melanjutkan.

Kabar terakhir Satgas Anti Mafia Bola akan memeriksa Joko sebagai tersangka di Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) pukul 10.00 pada Senin (18/2).

"[Sebelum jadi tersangka], saudara J [Joko] sudah dimintai keterangan oleh Satgas Anti Mafia Bola, baik di Tipikor [Ombudsman RI], lalu di Polda Metro. Dimintai keterangan tentang Liga 2 dan 3," ujar Dedi.

"Yang jelas, Satgas akan memberantas pengaturan skor ini sampai tuntas. Nanti [penyelidikan] akan ke Liga 1," ucap Dedi.

Sebelumnya Satgas Anti Mafia Bola sudah menjadikan mantan anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Johar Lin Eng dan mantan anggota Komite Wasit PSSI Priyanto. (map/har)