Tangan Emas Iwan Budianto di Sepak Bola Indonesia

CNN Indonesia | Jumat, 29/03/2019 09:48 WIB
Tangan Emas Iwan Budianto di Sepak Bola Indonesia Iwan Budianto (kiri) punya sederet prestasi bersama klub. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Jakarta, CNN Indonesia -- Iwan Budianto terkenal sebagai sosok yang piawai mengantarkan klub meraih prestasi gemilang saat menempati posisi di level manajemen.

Persik Kediri, Persisam Samarinda, dan Arema FC merupakan sederet klub yang dibawa ke podium juara oleh Iwan Budianto.

Di tangan Iwan, Persik menjadi salah satu contoh nyata klub yang awalnya tidak diperhitungkan di kancah sepak bola Indonesia, namun sukses membuat kejutan.


Cerita Iwan Budianto menjadi Manajer Persik bermula dari permintaan HA Maschut (Walikota Kediri) yang juga ayah mertuanya. Ketika itu HA Maschut juga menjabat sebagai Ketua Umum Persik.

Iwan Budianto tidak membutuhkan banyak waktu untuk membuktikan 'keahliannya' mengelola klub. Dimulai sejak tahun 2000, Iwan langsung membawa Persik yang berjulukan Macan Putih menjadi juara Divisi I pada 2002.

Menjadi klub promosi dengan status juara Divisi I tampaknya tidak membuat Persik banyak diperhitungkan di Divisi Utama musim 2003. Bahklan mereka sempat merasa inferior karena kostum ungu yang dikenakan dianggap mengikuti Persita Tangerang.

Persik dua kali juara Liga Indonesia bersama Iwan Budianto.Persik dua kali juara Liga Indonesia bersama Iwan Budianto. (Rudi Mulya)
Akan tetapi, dengan nama-nama seperti Wawan Widiantoro, Khusnul Yuli, Ebi Sukore, Musikan, hingga Harianto, Persik bisa memberikan kejutan kepada klub-klub yang sudah lebih lama tampil di level elite Liga Indonesia macam, Persija Jakarta, Persib Bandung, sampai PSM Makassar.

Di bawah tangan dingin Jaya Hartono dan 'kemujuran' tangan emas Iwan Budianto Persik keluar sebagai juara Divisi Utama pada akhir musim. Gelar juara diraih Persik usai mengalahkan Persikota Tangerang 3-0 di laga terakhir.

Sempat ada penurunan prestasi di dua musim berikutnya, Persik kembali menggeliat di musim 2006. Di Divisi Utama 2004 Persik hanya menempati posisi kesembilan klasemen akhir, lalu menembus delapan besar di musim 2005.

Perombakan dilakukan Iwan Budianto di musim 2006. Daniel Roekito menempati posisi pelatih, sedangkan pemain-pemain kenamaan macam Cristian Gonzales, Ronald Fagundez, Danilo Fernando, hingga Budi Sudarsono berkostum Macan Putih.

Di musim 2006 itu juga Persik dinobatkan sebagai tim impian karena memiliki sejumlah pemain bintang. Di laga pemungkas Persik mengalahkan PSIS Semarang 1-0 lewat gol Gonzales.

Usai dua kali juara di level elite, prestasi Persik perlahan merosot hingga akhirnya tumbang. Hal itu tidak lain karena larangan penggunaan dana APBD untuk klub sepak bola profesional.

Jadi CEO, Iwan Budianto bawa Arema juara Piala Presiden.Jadi CEO, Iwan Budianto bawa Arema juara Piala Presiden. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Pada September 2008 Iwan menerima pinangan Aidil Fitri untuk menjadi Manajer Persisam Samarinda. Iwan mengangkat posisi Persisam yang sempat terpuruk di klasemen Divisi Utama hingga menjadi juara di akhir musim 2009.

Akan tetapi, usai membawa Persisam promosi ke Liga Super Indonesia, Iwan menolak tawaran menjadi manajer klub asal Kalimantan Timur itu di musim berikutnya. Iwan menolak karena menerima posisi sebagai ketua Badan Liga Amatir Indonesia PSSI.

Prestasi berikutnya yang ditorehkan Iwan di level klub adalah membawa Arema FC juara Piala Presiden 2017. Pada saat itu Iwan menjabat sebagai CEO Singo Edan.

Di final Piala Presiden 2017, dengan materi pemain seperti Gonzales, Kurnia Meiga, Esteban Vizcarra, hingga Adam Alis, Arema mengalahkan Pusamania Borneo FC 5-1.

Tangan emas Iwan hampir saja tertular di level Timnas Indonesia. Akan tetapi, Timnas Indonesia yang dimanajeri Iwan Budian di Piala AFF 2016 harus puas dengan posisi runner-up usai kalah 0-2 dari Thailand. (sry/sry)