Persik Kediri, Persisam Samarinda, dan Arema FC merupakan sederet klub yang dibawa ke podium juara oleh Iwan Budianto.
Di tangan Iwan, Persik menjadi salah satu contoh nyata klub yang awalnya tidak diperhitungkan di kancah sepak bola Indonesia, namun sukses membuat kejutan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iwan Budianto tidak membutuhkan banyak waktu untuk membuktikan 'keahliannya' mengelola klub. Dimulai sejak tahun 2000, Iwan langsung membawa Persik yang berjulukan Macan Putih menjadi juara Divisi I pada 2002.
Persik dua kali juara Liga Indonesia bersama Iwan Budianto. (Rudi Mulya) |
Di bawah tangan dingin Jaya Hartono dan 'kemujuran' tangan emas Iwan Budianto Persik keluar sebagai juara Divisi Utama pada akhir musim. Gelar juara diraih Persik usai mengalahkan Persikota Tangerang 3-0 di laga terakhir.
Sempat ada penurunan prestasi di dua musim berikutnya, Persik kembali menggeliat di musim 2006. Di Divisi Utama 2004 Persik hanya menempati posisi kesembilan klasemen akhir, lalu menembus delapan besar di musim 2005.
Di musim 2006 itu juga Persik dinobatkan sebagai tim impian karena memiliki sejumlah pemain bintang. Di laga pemungkas Persik mengalahkan PSIS Semarang 1-0 lewat gol Gonzales.
Usai dua kali juara di level elite, prestasi Persik perlahan merosot hingga akhirnya tumbang. Hal itu tidak lain karena larangan penggunaan dana APBD untuk klub sepak bola profesional.
Jadi CEO, Iwan Budianto bawa Arema juara Piala Presiden. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
Akan tetapi, usai membawa Persisam promosi ke Liga Super Indonesia, Iwan menolak tawaran menjadi manajer klub asal Kalimantan Timur itu di musim berikutnya. Iwan menolak karena menerima posisi sebagai ketua Badan Liga Amatir Indonesia PSSI.
Prestasi berikutnya yang ditorehkan Iwan di level klub adalah membawa Arema FC juara Piala Presiden 2017. Pada saat itu Iwan menjabat sebagai CEO Singo Edan.
Lihat juga:Exco: Iwan Budianto Jadi Plt Ketua Umum PSSI |
Tangan emas Iwan hampir saja tertular di level Timnas Indonesia. Akan tetapi, Timnas Indonesia yang dimanajeri Iwan Budian di Piala AFF 2016 harus puas dengan posisi runner-up usai kalah 0-2 dari Thailand. (sry)
Persik dua kali juara Liga Indonesia bersama Iwan Budianto. (Rudi Mulya)
Jadi CEO, Iwan Budianto bawa Arema juara Piala Presiden. (CNN Indonesia/Andry Novelino)