Joko Driyono menjadi Ketua Umum PSSI secara otomatis setelah Edy Rahmayadi mundur pada Kongres Tahunan PSSI di Bali, 20 Januari lalu. Edy mengaku ingin fokus dalam tugas sebagai Gubernur Sumatera Utara.
"Pak Joko belum mengundurkan diri. Statusnya masih Ketua Umum dan bukan Plt. Dia adalah Ketua Umum PSSI dan yang disebut Plt nanti adalah Iwan Budianto," kata Refrizal usai rapat Exco di Lagoon Cafe, Hotel Sultan, Kamis (28/3) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Satu-satunya momen Joko Driyono menjadi Plt Ketua Umum PSSI ketika Edy Rahmayadi mengambil cuti selama tiga bulan untuk ikut dalam kampanye pemilihan calon Gubernur Sumatera Utara.
Sebelum ditahan Joko Driyono sempat memberikan tugas kepada anggota Exco PSSI, Gusti Randa, untuk menjalankan roda organisasi federasi sepak bola Indonesia.
Posisi Plt Ketua Umum PSSI diberikan kepada Iwan Budianto. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama) |
Meski Gusti Randa ditugaskan untuk menjalankan roda organisasi PSSI, Exco dalam rapat yang tidak dihadiri semua anggotanya itu memustuskan untuk menjadikan Iwan Budianto sebagai Plt Ketua Umum menggantikan Joko Driyono.
Iwan nantinya bakal meneruskan persiapan menuju Kongres Luar Biasa (KLB) untuk membentuk Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan yang rencananya digelar pertengahan Mei 2019. Setelah itu dilanjutkan dengan KLB Pemilihan Ketua Umum dan pengurus baru PSSI di Agustus mendatang.
"KLB di tangan Pak Iwan. Tapi tetap diputuskan oleh Exco, tidak bisa tanpa Exco," ujar Refrizal.
Plt Ketua Umum PSSI Iwan Budianto disebut bakal mengutus perwakilan untuk datang ke Kantor FIFA di Zurich, Swiss.
Lihat juga:Exco: Iwan Budianto Jadi Plt Ketua Umum PSSI |
"Kami mintanya segera saja [datang ke FIFA]. Terserah Pak Iwan menugaskan siapa yang ke sana. Apa cukup Sekjen saja kalau mau hemat, atau ditambah perwakilan Exco, tergantung keuangannya," ujar Refrizal melanjutkan. (ttf/har)
Posisi Plt Ketua Umum PSSI diberikan kepada Iwan Budianto. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)