Anggota Exco: Joko Driyono Masih Ketua Umum PSSI

CNN Indonesia | Jumat, 29/03/2019 11:52 WIB
Anggota Exco: Joko Driyono Masih Ketua Umum PSSI Joko Driyono masih Ketua Umum PSSI. (Antara foto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anggota Komite Eksekutif PSSI Refrizal menyebut Joko Driyono masih berstatus sebagai Ketua Umum PSSI. Meski menjadi tersangka dan ditahan polisi, Joko belum pernah menyatakan mundur dari jabatannya.

Joko Driyono menjadi Ketua Umum PSSI secara otomatis setelah Edy Rahmayadi mundur pada Kongres Tahunan PSSI di Bali, 20 Januari lalu. Edy mengaku ingin fokus dalam tugas sebagai Gubernur Sumatera Utara.

"Pak Joko belum mengundurkan diri. Statusnya masih Ketua Umum dan bukan Plt. Dia adalah Ketua Umum PSSI dan yang disebut Plt nanti adalah Iwan Budianto," kata Refrizal usai rapat Exco di Lagoon Cafe, Hotel Sultan, Kamis (28/3) malam.


Refrizal menjelaskan Joko Driyono atau yang akrab disapa Jokdri ditetapkan di Bali sebagai Ketua Umum. Pria yang juga anggota DPR RI Komisi XI itu menegaskan Joko tidak pernah dinyatakan sebagai Plt Ketua Umum sejak kongres Bali.

Satu-satunya momen Joko Driyono menjadi Plt Ketua Umum PSSI ketika Edy Rahmayadi mengambil cuti selama tiga bulan untuk ikut dalam kampanye pemilihan calon Gubernur Sumatera Utara.

Meski berstatus tersangka dan ditahan sementara selama 20 hari oleh kepolisian, Joko Driyono disebut Refrizal tidak pernah menyatakan mundur dari jabatan sebagai Ketua Umum PSSI. Ia ditahan usai menajdi tersangka kasus perusakan, penghilangan dan penghancuran barang bukti dugaan pengaturan skor atas laporan Mantan Manajer Persibara Banjarnegara, Lasmi Indaryani.

Sebelum ditahan Joko Driyono sempat memberikan tugas kepada anggota Exco PSSI, Gusti Randa, untuk menjalankan roda organisasi federasi sepak bola Indonesia.

Posisi Plt Ketua Umum PSSI diberikan kepada Iwan Budianto.Posisi Plt Ketua Umum PSSI diberikan kepada Iwan Budianto. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)
"Pak Joko masih kami anggap sebagai Ketua Umum sampai sekarang, karena dia tidak mengundurkan diri. Karena di statuta juga tidak mengatur dia harus mundur. Kecuali FIFA memutuskan lain, [atau] Joko dimundurkan oleh FIFA, itu lain. Karena statutanya FIFA ada, kalau tersangka boleh diberhentikan sebagai ketua umum," ucap Refrizal.

Meski Gusti Randa ditugaskan untuk menjalankan roda organisasi PSSI, Exco dalam rapat yang tidak dihadiri semua anggotanya itu memustuskan untuk menjadikan Iwan Budianto sebagai Plt Ketua Umum menggantikan Joko Driyono.

Iwan nantinya bakal meneruskan persiapan menuju Kongres Luar Biasa (KLB) untuk membentuk Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan yang rencananya digelar pertengahan Mei 2019. Setelah itu dilanjutkan dengan KLB Pemilihan Ketua Umum dan pengurus baru PSSI di Agustus mendatang.

"KLB di tangan Pak Iwan. Tapi tetap diputuskan oleh Exco, tidak bisa tanpa Exco," ujar Refrizal.

Ditahan Polisi, Joko Driyono Masih Ketua Umum PSSI
Selain itu dalam rapat tersebut juga diputuskan bahwa PSSI akan menjemput bola ke FIFA terkait rencana untuk menggelar KLB. Sejauh ini, PSSI sudah mengirimkan surat ke FIFA soal KLB namun belum mendapatkan jawaban.

Plt Ketua Umum PSSI Iwan Budianto disebut bakal mengutus perwakilan untuk datang ke Kantor FIFA di Zurich, Swiss.

"Karena sampai sekarang belum ada jawabannya dari FIFA. FIFA masih ada yang lebih penting ketimbang KLB PSSI. Makanya dia belum jawab, makanya kami yang aktif jemput bola menanyakan surat kami. Kami tidak bikin surat baru, tapi menanyakan status surat kami," ucap Refrizal.

"Kami mintanya segera saja [datang ke FIFA]. Terserah Pak Iwan menugaskan siapa yang ke sana. Apa cukup Sekjen saja kalau mau hemat, atau ditambah perwakilan Exco, tergantung keuangannya," ujar Refrizal melanjutkan. (TTF/har)