Joko Driyono Ditahan, Persib Minta KLB Dipercepat

CNN Indonesia | Jumat, 29/03/2019 12:32 WIB
Joko Driyono Ditahan, Persib Minta KLB Dipercepat Persib ingin KLB dipercepat. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)
Jakarta, CNN Indonesia -- Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar mendorong Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI untuk digelar lebih cepat usai penahanan Joko Driyono oleh polisi.

Penahanan Ketua Umum PSSI Joko Driyono oleh polisi terkait kasus perusakan, penghilangan dan penghancuran barang bukti dugaan pengaturan skor mendapat respons dari Umuh Muchtar.

Dengan ditahannya Jokdri, sapaan Joko Driyono, Umuh ingin KLB PSSI bisa diselenggarakan secepatnya dan tidak perlu menunggu hingga bulan Agustus.


"Pokoknya kami siap-siap untuk secepatnya KLB. Jangan menunggu sampai Agustus. Itu pasti memberikan kesempatan kepada orang-orang yang sakit," ujar Umuh.

Untuk mempercepat proses KLB, Plt Ketua Umum PSSI yang kini dijabat Iwan Budianto bisa cepat menghubungi FIFA untuk meminta izin pelaksanaan kongres.

Umuh Muchtar minta pengurus PSSI baru ambil pelajaran dari kasus Joko Driyono.Umuh Muchtar minta pengurus PSSI baru ambil pelajaran dari kasus Joko Driyono. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)
"Mereka [PSSI] harusnya datang secepatnya datang ke FIFA, situasi di Indonesia seperti ini sampaikan apa adanya. Kalau benar punya hati untuk ikut memperbaiki, harus cepat," Umuh menjelaskan.

Joko Driyono Ditahan, Persib Minta KLB Dipercepat
Selain berharap penyelenggaraan KLB PSSI dipercepat, pihak Persib juga mengingatkan agar masalah yang menimpa Joko Driyono bisa menjadi pelajaran bagi semua pemangku kepentingan sepak bola Indonesia terutama pengurus PSSI yang baru nanti.

"Mudah-mudahan kejadian musibah untuk PSSI ini tidak akan terjadi lagi, ini akan dituntaskan semua," tutur Umuh.

Joko Driyono ditahan polisi pada Senin (25/3) usai menjalani lima kali pemeriksaan di Polda Metro Jaya setelah ditetapkan sebagai tersangka pada 14 Februari. Joko Driyono akan menjalani penahanan di Polda Metro Jaya selama 20 hari ke depan hingga 13 April 2019. (hyg/har)