Pukul Orang Tua, McGregor Diseret ke Pengadilan

CNN Indonesia | Jumat, 16/08/2019 17:15 WIB
Pukul Orang Tua, McGregor Diseret ke Pengadilan Conor McGregor akan segera diadili karena memukul orang tua. (Harry How/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Conor McGregor segera menjalani persidangan Dublin karena memukul salah satu pengunjung kelab malam yang sudah tua.

Sebelumnya beredar video petarung UFC yang dikecundangi Khabib Nurmagomedov tersebut tampak menonjok orang tua yang enggan meminum wiski bersamanya.

The Sun seperti dilansir dari Mirror, insiden pemukulan tersebut merupakan kasus lama. Pemukulan itu terjadi pada April di pub bernama Marble Arch di Dublin, Irlandia.


Akibat tindakan tercelanya tersebut, McGregor kini berurusan dengan pengadilan. Kemungkinan petarung berjulukan The Notorious tersebut bakal dikenakan denda besar.

Conor McGregor pernah memukul pengunjung setengah baya di pub Dublin. (Conor McGregor pernah memukul pengunjung setengah baya di pub Dublin. (Foto: Steve Marcus/Getty Images/AFP)
Pihak kepolisian memiliki barang bukti rekaman video pemukulan McGregor terhadap pengujung paruh baya tersebut.

Dalam video tersebut, McGregor datang ke dalam pub dan mencoba menawarkan wiski Proper Twelve yang merupakan produksi perusahaannya.

Dia menuangkan minuman keras itu di tiga gelas ke salah satu pengunjung. McGregor kemudian menyodorkan gelas tersebut dengan tangan kirinya.

Pengunjung itu tampak menolak minuman keras yang disodorkan McGregor. Sontak, dia langsung memukul pria tua tersebut.

Petarung asal Irlandia tersebut pun segera dikawal ke luar pub oleh para pendampingnya atas insiden yang dia lakukan. Korban kemudian segera melaporkan kepada pihak kepolisian atas aksi yang dilakukan McGregor itu.

Sumber dari The Sun menyatakan berkas-berkas gugatan sudah didaftarkan ke pengadilan.

McGregor Segera Diadili karena Pukul Orang Tua
"Berkas-berkas sudah dilengkapi dan dikirim ke pengadilan untuk menuntut McGregor atas serangan ringan kepada korban."

"Dia harus menghadiri pengadilan untuk menjawab gugatan tersebut," ujar salah satu sumber tersebut. (bac/ptr)