Erick Thohir Kritik Tradisi Tuan Rumah Juara di SEA Games

CNN Indonesia | Selasa, 20/08/2019 11:20 WIB
Erick Thohir Kritik Tradisi Tuan Rumah Juara di SEA Games Erick Thohir kritik penyelenggaraan SEA Games. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Turnamen olahraga terbesar di Asia Tenggara, SEA Games, seringkali dimanfaatkan tuan rumah untuk meraup keuntungan dengan cabang olahraga unggulan demi mendapatkan medali emas sebanyak-banyaknya.

Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia, Erick Thohir, khawatir hal ini bisa menurunkan kualitas ajang tersebut. Padahal, ia menilai SEA Games merupakan ajang luar biasa di Asia Tenggara.

"Tak banyak zona di dunia yang punya event sebagus ini. Sebagai produk, SEA Games perlu diperbaiki. Kalau tidak mendekatkan diri ke industri, akan sulit menyelenggarakan ajang ini ke depan," kata Erick dalam konferensi pers hak siar SEA Games 2019 di MNC Tower.


"Kalau bicara prestasi, SEA Games selalu juaranya kebanyakan dari tuan rumah. Jadi kalau terjebak di persepsi seperti itu, SEA Games tidak menjadi tontonan yang menarik masyarakat Indonesia. Padahal maunya masyarakat ya Indonesia juara," katanya menambahkan.

SEA Games 2019 akan digelar di Manila, Filipina.SEA Games 2019 akan digelar di Filipina. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Indonesia tercatat sudah 10 kali juara umum SEA Games sejak 1959. Kendati begitu, rekor juara umum SEA Games terbanyak sampai saat ini masih dipegang Thailand yakni sebanyak 13 kali.

Pada edisi sebelumnya, Malaysia menjadi juara umum di rumah sendiri yakni SEA Games Kuala Lumpur 2017.

Erick Thohir Kritik Tradisi Tuan Rumah Juara di SEA Games
"Kenapa tuan rumah selalu juara? Karena terlalu banyak cabor yang hanya menguntungkan tuan rumah. Jadi jangan salahkan Indonesia kalau tidak mendapat prestasi maksimal, seperti kemarin di Malaysia," ucap Erick.

Lebih lanjut, Erick mengakui Thailand sebagai negara pesaing terberat di ajang edisi ke-30 tersebut.

"Thailand itu sangat konsisten di SEA Games, Olimpiade atau Asian Games. Mereka tidak pernah menargetkan juara umum, tapi mereka selalu berbicara target tertinggi di masing-masing cabor. Sehingga komposisi medali emas lebih baik daripada negara-negara Asia Tenggara lain."

"Kemudian pesaing berikutnya adalah Vietnam, yang memang sangat agresif membangun olahraga," tutur Erick. (map/jun)