BJ Habibie dan Sepak Bola

CNN Indonesia | Rabu, 11/09/2019 19:08 WIB
BJ Habibie dan Sepak Bola BJ Habibie sempat berharap cucunya, Rafid, menjadi pesepakbola profesional. (CNN Indonesia/Martinus Adinata)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mendiang Presiden Republik Indonesia ketiga BJ Habibie memiliki kedekatan dengan sepak bola terutama melalui sang ayah, Alwi Abdul Jalil Habibie, dan cucunya, Muhammad Rafid Habibie.

Habibie meninggal dunia pukul 18.05, Rabu (11/9), di usia 83 tahun setelah dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto sejak 1 September 2019. Meski tidak terlalu mengikuti perkembangan sepak bola, Habibie memiliki kenangan indah dengan olahraga sepak bola.

Dalam sebuah kesempatan bertemu dengan pelatih Timnas Indonesia U-23 Indra Sjafri pada April 2016, Habibie menceritakan kedekatannya dengan olahraga sepak bola. Habibie mengaku sepak bola adalah olahraga kecintaan sang ayah, Alwi Abdul Jalil Habibie.


"Yang saya ingat pasti saat ayah saya dulu main bola. Kalau sudah urusan sepak bola, aduh ampun deh. Luar biasa semangatnya. Dulu ayah saya pesepakbola di Bogor. Hanya itu yang saya ingat," ujar Habibie ketika itu.

Meski lama tinggal di Jerman, Habibie mengaku tidak pernah mengikuti perkembangan sepak bola di negara tersebut. Habibie justru terkesan dengan penjelasan Indra ketika menjelaskan sepak bola Jerman.

Rafid Habibie pernah menjalani seleksi Timnas Indonesia U-19.Rafid Habibie pernah menjalani seleksi Timnas Indonesia U-19. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H)
"Kalau di Jerman, ada Leipzig, di situ merupakan pusat pengembangan sepak bola di Jerman. Jerman juga satu-satunya negara yang sangat mengutamakan sains di sepak bola," ucap Indra.

Habibie pun kemudian merespons, "Oh, bukan di Munchen?. Mohon maaf, saya memang sama sekali tidak ahli soal sepak bola."

BJ Habibie dan Sepak Bola
Habibie sempat berharap cucunya, Rafid, bisa meneruskan impian ayahnya di sepak bola. Rafid pernah menjalani tes di Sporting Lisbon, berlatih bersama Bali United, dan seleksi Timnas Indonesia U-19.

"Saya kaget ternyata cucu saya ada yang main bola juga. Saya baca di CNN, oh, ternyata ada cucu saya. Sama seperti di dunia sains, sepak bola butuh berpikir sesuai ukuran dan ketepatan. Saya harap itu juga bisa dilakukan cucu saya," ujar Habibie. (har/bac)