Jasa BJ Habibie untuk Sepak Bola Indonesia

CNN Indonesia | Kamis, 12/09/2019 06:51 WIB
Jasa BJ Habibie untuk Sepak Bola Indonesia BJ Habibie dijadikan nama turnamen sepak bola di tanah kelahirannya Parepare. (Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mendiang Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie memiliki jasa untuk perkembangan sepak bola Indonesia lewat turnamen di wilayah kelahirannya, Parepare, Sulawesi Selatan.

Pada 1990 turnamen bernama Habibie Cup itu untuk kali pertama digelar. Sejumlah klaim menyebut Habibie Cup merupakan turnamen sepak bola tertua di Sulawesi Selatan. Klub tuan rumah Kota Parepare, Persipare, keluar sebagai pemenang edisi perdana.

Pencetus Habibie Cup adalah Walikota Parepare saat itu, Mirdin Kasim, dan Alwi Hamu. Keduanya berinisiatif membutuhkan tokoh nasional asal Parepare yang bisa jadi ikon turnamen tersebut.


Pilihan jatuh kepada BJ Habibie yang pada masa tersebut menjabat sebagai Menristek Republik Indonesia serta juga Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi.

Beberapa sumber menyebutkan Habibie Cup ini awalnya bernama turnamen sepak bola Ajatappareng yang memperebutkan Piala Bergilir Prof. DR. Ing. BJ Habibie.

BJ Habibie pernah mengundang Indra Sjafri dan stafnya di Bali United ke kediamannya di Kuningan, Jakarta.BJ Habibie pernah mengundang Indra Sjafri dan stafnya di Bali United ke kediamannya di Kuningan, Jakarta. (Martinus M. Adinata)
Salah satu landasan dari digelarnya turnamen Habibie Cup adalah mencari bibit muda pesepakbola Sulawesi Selatan. Terlebih lagi saat itu prestasi PSM Makassar yang menjadi kebanggaan di provinsi tersebut tengah menurun.

Sejumlah nama-nama pesepakbola tenar disebut lahir dari Habibie Cup. mulai dari Ali Baba, Ronny Ririn, Andi Oddang, Ahmad Amiruddin, Irsyad Aras, Hamka Hamzah, hingga Syamsul Chaeruddin.

[Gambas:Video CNN]
Habibie Cup bukan sekadar turnamen kelas regional. Ketika PSSI dan Timnas Indonesia mendapat sanksi FIFA, Habibie Cup menjadi salah satu rujukan. Pemain seperti Zulham Zamrun dan Firman Utina bermain di Habibie Cup edisi ke-21 pada 2015.

Meski berumur 25 tahun hingga 2015, namun pelaksanaan Habibie Cup baru 21 kali digelar. Turnamen ini sempat berhenti pada 2004, 2009, 2011, dan 2013-2014.

Jasa BJ Habibie untuk Sepak Bola Indonesia
Dalam 21 kali pelaksanaan Habibie Cup, Persipare menjadi yang paling banyak keluar sebagai pemenang dengan 10 kali. Disusul PSM dan PS Sandeq Polmas dengan empat kali juara.

Selain turnamen sepak bola, Habibie juga berperan untuk olahraga catur. Setahun setelah Habibie Cup, muncul Piala Habibie pada 1991 yang digelar di Jakarta.

Piala Habibie bukan turnamen catur kacangan. Pasalnya ada tiga grandmaster (GM) Indonesia yang tampil dalam ajang itu: Utut Adianto, Ardiansyah, dan Herman Suriadireja.

Kejutan terjadi dalam edisi pertama Piala Habibie saat master nasional Monang Sinulingga mengalahkan Utut Adianto. (sry/ptr)