Bambang Pamungkas: Pemain Terbaik dan Pengkhianat Persija

CNN Indonesia | Selasa, 17/12/2019 21:35 WIB
Bambang Pamungkas mengaku pernah menjadi pemain terbaik sekaligus pengkhianat dalam perjalanan kariernya bersama Persija Jakarta. Bambang Pamungkas pensiun dari dunia sepak bola. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bambang Pamungkas mengaku pernah menjadi pemain terbaik sekaligus dianggap pengkhianat dalam perjalanan kariernya bersama Persija Jakarta.

Bambang mengumumkan pensiun dari rumput hijau setelah membela Persija sejak 1999. Sayang laga terakhirnya bersama tim Ibu Kota dinodai kekalahan 1-2 dari Persebaya Surabaya, Selasa (17/12).

Kendati demikian, akhir pertandingan menjadi haru-biru setelah Bepe mengucap salam perpisahan. Ia menceritakan segala rasa yang pernah dicecap bersama Persija.


"Saya pernah menjadi pemain terbaik, pencetak gol terbanyak, dan pernah juara di sini. Tapi, saya juga pernah depresi dan juga dianggap pengkhianat di sini."

[Gambas:Video CNN]
"Namun dalam segala kondisi yang saya alami kalian semua (The Jakmania) tetap berada di belakang saya," kata Bambang Pamungkas.

Persija merupakan klub profesional pertama yang dibela Bambang Pamungkas. Sebagian besar kariernya di Indonesia dihabiskan bersama Persija.
Jakmania memenuhi SUGBK dan menghadiri laga kandang terakhir Bepe bersama Persija. Jakmania memenuhi SUGBK dan menghadiri laga kandang terakhir Bepe bersama Persija. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Ia pernah terlibat konflik dengan manajemen Persija karena kasus tunggakan gaji. Buntutnya, pemain yang akrab disapa Bepe memutuskan pindah ke Pelita Bandung Raya pada musim 2013/2014.

Bambang Pamungkas: Pemain Terbaik dan Pengkhianat Persija
Sebagian pendukung Persija pun sempat menuding Bepe sebagai pengkhianat. Setahun kemudian, Bepe memutuskan kembali membela Persija yang dibesut Rahmad Darmawan.

Di usia 39 tahun, Bepe memutuskan gantung sepatu di Persija. Legenda Timnas Indonesia itu juga tak lupa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendampinginya di klub yang berdiri sejak 1928 itu.

"Saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada kalian semua dari lubuk hati yang paling dalam. Bukan tentang seberapa jauh atau seberapa cepat tapi makna dari apa yg pernah dilalui dan apa yang ditinggalkan. Saya ingin mendapat kesan yang baik untuk kalian," ujarnya. (jun/ptr)