Tampil di Piala Dunia U-20, Timnas Indonesia Butuh Rp170 M

CNN Indonesia | Jumat, 21/02/2020 21:23 WIB
Tampil di Piala Dunia U-20, Timnas Indonesia Butuh Rp170 M Timnas Indonesia U-19 jadi cikal bakal Timnas Indonesia yang bakal tampil di Piala Dunia U-20 2021. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)
Jakarta, CNN Indonesia -- PSSI meminta anggaran sebesar Rp170 miliar ke Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk persiapan Timnas Indonesia ke Piala Dunia U-20 2021.

Permintaan anggaran itu disebutkan langsung Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan atau Iwan Bule usai menggelar rapat koordinasi di Kantor Kemenpora, Jumat (21/2).

"Kami juga mengajukan anggaran antara Rp103 miliar-Rp170 miliar untuk persiapan Timnas Indonesia U-20 sampai nanti pertandingan. Anggaran itu untuk pemain, akomodasi, honor dan uji coba," kata Iwan Bule.


Besarnya anggaran dikatakan Iwan Bule mengikuti program persiapan yang dibuat pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae Yong. Dalam persiapan menuju Piala Dunia U-20 2021 terdapat pemusatan latihan selama hampir dua pekan di Jerman. Belum lagi dana untuk mendatangkan lawan dari Senegal, Nigeria dan Jepang.

[Gambas:Video CNN]

Anggaran yang diminta PSSI ke Kemenpora itu dikhususkan untuk persiapan Timnas Indonesia U-20. Sedangkan anggaran untuk penyelenggaraan, pembangunan dan renovasi venue dipegang langsung Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Menanggapi permintaan PSSI, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainuddin Amali membenarkan bahwa anggaran itu hanya untuk persiapan Timnas U-20 saja. Sementara soal renovasi venue anggarannya akan dikeluarkan oleh Kementerian PUPR.
Tampil di Piala Dunia U-20, Timnas Indonesia Butuh Rp170 M
"Iya itu anggaran yang diajukan khusus untuk Timnas U-20 ya. Bukan penyelenggaraan, kalau penyelenggaraan nanti dari PSSI dan PUPR," ujar Zainuddin.

Untuk anggaran pelatnas akan dikeluarkan setelah Kemenpora melakukan verifikasi dan melapor lebih dulu ke Kementerian Keuangan.

"Anggaran ini baru mau kami verifikasi dulu. Kan bukan cuma di Kemenpora [proses verifikasi], tapi sama BPK dan kementerian keuangan," terangnya. (TTF/ptr)