Pelempar Handuk untuk Deontay Wilder Dipuji

CNN Indonesia | Selasa, 25/02/2020 17:44 WIB
Pelempar Handuk untuk Deontay Wilder Dipuji Deontay Wilder kalah TKO dari Tyson Fury. (Al Bello/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Asisten pelatih Deontay Wilder, Mark Breland, dipuji setelah melempar handuk tanda menyerah saat melawan Tyson Fury pada pertarungan gelar juara dunia tinju kelas berat WBC di Las Vegas, Amerika Serikat, Minggu (23/2) siang WIB.

Wilder kalah TKO dari Tyson Fury di ronde ketujuh. Wasit Kenny Bayless menghentikan pertarungan setelah melihat handuk dilempar dari tim Wilder saat petinju asal Amerika Serikat itu tidak berdaya menerima pukulan Tyson Fury.

Wilder mengaku mempertimbangkan memecat Breland karena keputusan melempar handuk. Petinju 34 tahun itu mengaku yakin masih bisa memberi perlawanan saat melawan Tyson Fury. Namun, tidak sedikit yang membela keputusan Breland.


Mantan juara dunia kelas menengah dan berat, Andre Ward, memuji keputusan Breland. Ward mengatakan Breland sudah melakukan hal yang tepat untuk menyerah.

Deontay Wilder menyalahkan kostum naik ring usai kalah dari Tyson Fury.Deontay Wilder menyalahkan kostum naik ring usai kalah dari Tyson Fury. (Al Bello/Getty Images/AFP)
"Mark Breland lebih peduli terhadap Deontay Wilder sebagai pribadi, daripada Deontay Wilder sebagai atlet. Dia menunjukkan rasa kasihan. Dia juga orang yang paling layak untuk mengambil keputusan itu. Dia pernah mengalaminya. Keputusan populer bukan selalu keputusan yang tepat," ujar Ward dikutip dari TalkSport.

Pelempar Handuk untuk Deontay Wilder Dipuji
Ward menganggap jika Breland tidak melempar handuk bukan tidak mungkin Wilder akan mengalami cedera yang serius. Pasalnya, sang juara bertahan terus menerima pukulan sejak ronde pertama hingga telinga kirinya mengeluarkan darah.

"Tugas pertama pelatih adalah melakukan segala cara untuk memastikan petarung kembali ke keluarga mereka. Hal lainnya menjadi yang kedua, termasuk meraih kemenangan," ucap Ward.

[Gambas:Video CNN]
"Kami tidak ingin melihat hitungan sampai sepuluh. Petarung mungkin akan bertarung hingga akhir, tapi pelatih bagus tidak akan membiarkan mereka. Saya menghormati Mark Breland. Kami butuh lebih banyak pelatih tinju seperti dia. Saya mendukung kamu, pelatih," sambung Ward.

Wilder sendiri menyalahkan kostum berat yang digunakannya saat naik ring sebagai alasan kalah dari Tyson Fury. (har/jal)