Saya juga merasa tak ada pertanda bagus ketika itu. Sebaliknya saat masa persiapan, saya mengalami cedera pada bagian abductor (otot paha). Waktu itu rasanya nyeri sekali. Sampai-sampai seperti mau menyerah.
Beruntung saya punya istri luar biasa. Dia selalu memotivasi saya. "Bisa, kamu pasti bisa, yang," demikian ujarnya kepada saya melalui sambungan telepon.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suryo Agung Wibowo (kiri) bersama mantan Menpora RI, Imam Nahrawi. Dia tercatat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kemenpora RI sejak 2008. (Istimewa) |
Alhamdulillah saya masih bisa meraih target dua emas di nomor 100 meter dan 200 meter. Bahkan pencapaian saya terbilang istimewa karena mengalahkan rekor se-Asia Tenggara atas nama Mardi Lestari.
Mungkin juga mimpi keponakan bapak saya tentang mendapatkan banyak ikan, masih jadi firasat baik di SEA Games 2009. Itu juga SEA Games terakhir saya.
Saya memilih pensiun karena ingin fokus bekerja di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Saya sudah bekerja sebagai ASN (Aparatur Sipil Negara) sejak 2008.
Posisi saya sekarang sebagai Kepala Sub Bidang Pengembangan Bakat di Asdep Pembibitan dan IPTEK Olahraga Kemenpora. Tugas utama saya fokus untuk mencetak atlet-atlet generasi selanjutnya, terutama di dunia atletik.
Coba Karier di Sepak Bola
Setelah pensiun dari lintasan atletik, saya mencoba karier lain sebagai pesepakbola. Pada 2014 saya jadi salah satu pemain Persikab Kabupaten Bandung. Kebetulan teman saya asal Jakarta menjadi salah satu manajemen klub di sana.
Suryo Agung Wibowo saat memperkuat Persikab Kabupaten Bandung pada. (Istimewa) |
"Kamu bawa sepatu bola, kan? Pakai sepatumu, bajumu, ikut main di lapangan," ujar sang pelatih.
Rasanya sangat senang sekali. Maklum, profesi pesepakbola juga menjadi cita-cita saya sejak kecil sebelum terjun ke dunia atletik di kelas 2 SMA.
Klub Liga Inggris Liverpool, pemain seperti Robbie Fowler dan Michael Owen, pernah membuat saya bermimpi indah menjadi pesepakbola profesional.
Dahulu saking ingin jadi pesepakbola, saya sampai ikut tarkam (turnamen antarkampung) sejak kelas 2 SMP. Saya juga pernah ikut seleksi di Solo. Namun, saya dua kali gagal seleksi di klub Persis Solo.
Suryo Agung Wibowo (kiri) tak melewatkan kesempatan foto bersama bintang Barcelona, Lionel Messi, di Olimpiade 2008. (Istimewa) |
Meski sempat mewujudkan cita-cita saya sejak kecil, saya hanya semusim jadi pesepakbola profesional. Ya, hanya semusim berseragam Persikab. Mungkin memang sudah lewat masanya menjadi atlet. Alhasil, saya lebih fokus pada pengabdian saya di Kemenpora hingga kini.
Bagi saya, mungkin sepak bola hanya menjadi kesenangan. Sedangkan lari merupakan kepuasan besar karena pencapaian saya di sana luar biasa. (bac)
Suryo Agung Wibowo (kiri) bersama mantan Menpora RI, Imam Nahrawi. Dia tercatat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kemenpora RI sejak 2008. (Istimewa)
Suryo Agung Wibowo saat memperkuat Persikab Kabupaten Bandung pada. (Istimewa)
Suryo Agung Wibowo (kiri) tak melewatkan kesempatan foto bersama bintang Barcelona, Lionel Messi, di Olimpiade 2008. (Istimewa)
Suryo Agung Wibowo (kaus merah tengah)saat bersama mendiang legenda NBA, Kobe Bryant di Olimpiade Beijing 2008. (Istimewa)
Suryo Agung Wibowo saat pose foto wisuda bersama istri dan kedua anaknya. (Istimewa)
Suryo Agung (kiri) bersama manusia tercepat di dunia, Usain Bolt, di Olimpiade 2008 Beijing. (Istimewa)
Suryo Agung Wibowo saat disambut Joko Widodo pada 2007. (Istimewa)