George Floyd meninggal dunia di Minneapolis pada Senin (25/5) setelah lehernya ditekan paksa dengan lutut polisi bernama Derek Chauvin. Sejak saat itu, aksi demonstrasi terus terjadi di Amerika Serikat dan negara bagian lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Teranyar, mantan atlet american football dari Indiana Hoosiers, Chris Beaty dikabarkan tewas di tengah kerusuhan protes kematian Floyd pada akhir pekan lalu.
Legenda tinju asal Amerika Serikat, Floyd Mayweather Jr juga turut bereaksi atas insiden yang menewaskan Floyd. Bahkan, pemegang rekor tak terkalahkan sepanjang kariernya itu menyebut bakal membayar biaya upacara pemakaman Floyd.
Tak ketinggalan, sejumlah legenda NBA seperti Michael Jordan LeBron James juga ikut bersuara menentang aksi rasialisme terhadap Floyd.
Suara lantang dari sejumlah atlet ternama itu mendapat reaksi positif dari masing-masing penggemarnya. Gerakan mereka dianggap efektif dan lebih didengar masyarakat.
Michael Jordan dan LeBron James angkat suara soal kasus George Floyd. (AFP/STREETER LECKA) |
"Untuk atlet-atlet tertentu bisa membawa pengaruh. Misalnya atlet besar yang punya prestasi dunia seperti Michael Jordan yang jadi ikon, bisa berpengaruh karena dia punya banyak penggemar."
"Tapi kalau atlet biasa yang dari segi prestasi atau pengikut juga tidak terlalu menonjol tidak akan berpengaruh. Tergantung nilai kapasitas atlet itu sendiri," ucap Ujang kepada CNNIndonesia.com, Selasa (2/6).
Dalam konteks kejadian George Floyd, pemicu utama menurut Ujang lebih kepada status Floyd yang merupakan warga kulit hitam dan meninggal karena Chauvin, penegak hukum berkulit putih. Diketahui, sejarah perjuangan warga Afrika-Amerika di AS penuh lika-liku.
Jadon Sancho mendukung penegakan keadilan terhadap kematian George Floyd. (AFP/LARS BARON) |
"Ditambah lagi persoalan ekomoni di Amerika yang sedang bangkrut yang membuat lebih dari tiga juta orang menganggur akibat virus corona," ujarnya.
Hal senada diungkapkan pengamat olahraga nasional Indonesia, Tommy Apriantono. Menurut Tommy, popularitas atlet hampir sama dengan selebritas, jadi wajar bila suara mereka didengar banyak orang.
"Memang atlet itu dampak sosial dan popularitasnya tinggi. Suara mereka bisa jadi gambaran buat masyarakat. Bundesliga kabarnya masih akan meneliti kesalahan Sancho atas simpatinya karena sepak bola tidak ingin dipolitisasi. Jadi, sangat besar pengaruhnya suara atlet terhadap dalam kehidupan sosial politik," ungkap Tommy.
[Gambas:Video CNN] (ttf/jun)

Michael Jordan dan LeBron James angkat suara soal kasus George Floyd. (AFP/STREETER LECKA)
Jadon Sancho mendukung penegakan keadilan terhadap kematian George Floyd. (AFP/LARS BARON)