Rossi Sempat Putus Asa Sebelum Podium di MotoGP Andalusia

CNN Indonesia | Rabu, 29/07/2020 09:24 WIB
Sang ayah, Graziano Rossi, mengatakan Valentino Rossi sempat putus asa sebelum meraih podium di MotoGP Andalusia 2020. Valentino Rossi sempat frustrasi sebelum meraih podium ketiga di MotoGP Andalusia 2020. (PIERRE-PHILIPPE MARCOU / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ayah Valentino Rossi, Graziano Rossi, menuturkan sang anak sempat putus asa sebelum berhasil meraih podium di MotoGP Andalusia 2020, Minggu (26/7).

Rossi bahkan disebut Graziano berniat pensiun jika dia tak juga kunjung meraih podium. The Doctor sendiri harus melalui 17 seri tanpa meraih satu pun podium sejak musim lalu.

Masa-masa paceklik tersebut pun usai setelah dia merebut podium ketiga pada MotoGP Andalusia 2020. The Doctor satu podium dengan Fabio Quartararo yang meraih posisi pertama dan Maverick Vinales di peringkat kedua.


Graziano sempat cemas melihat sang anak yang terlihat begitu putus asa sebelum meraih podium di MotoGP Andalusia 2020.

MotoGP Yamaha rider Valentino Rossi of Italy celebrates 3rd place during the Andalucia Motorcycle Grand Prix at the Angel Nieto racetrack in Jerez de la Frontera, Spain, Sunday July 26, 2020. (AP Photo/David Clares)Valentino Rossi saat meraih podium ketiga di MotoGP Andalusia 2020. (AP/David Clares)

"Saya belum pernah melihat dia begitu sedih. Semua tampak tak berguna baginya."

"Dia sempat meragukan dirinya sendiri: 'Apakah semua pengorbanan dan stres ini sepadan dengan upaya ini hanya untuk meraih posisi ketujuh atau kedelapan?'", terang Graziano menirukan kembali ucapan Rossi seperti dikutip dari Tuttomotoriweb.

Graziano juga membenarkan upaya The Doctor untuk melakukan perubahan setelan motor di tim Yamaha bukan perkara mudah. Namun, kengototannya itu setidaknya berbuah podium baginya.

"Tentu ada perbedaan besar antara mereka yang membuat motor dan yang mengendarainya. Butuh diplomasi gigih [untuk membuat perubahan di Yamaha]."

Banner Live Streaming MotoGP 2020

"Seperti yang dikatakan anak saya, itu juga bernuansa politis. Pembalap muda seperti Quartararo dan Vinales selalu cepat. Hal yang membingungkan Yamaha ketika Valentino [Rossi] meminta perubahan sesuai setelannya di M1. Terjadi begitu saja dan berjalan baik. Dan, ini adalah permulaan," terang Graziano.

Rossi sendiri sebelummya mengatakan harus berdebat hingga empat hari dengan para mekanik Yamaha asal Jepang demi mendapatkan setelan pas pada motor sesuai keinginannya.

[Gambas:Video CNN]



(bac/sry)