Sukses di Liverpool, Klopp Takut Mati

CNN Indonesia | Jumat, 31/07/2020 03:00 WIB
Sukses bersama Liverpool justru membuat pelatih Jurgen Klopp takut dengan kematian karena mirip dengan ayahnya, Norbert Klopp. Jurgen Klopp kini takut meninggal. (AP/Shaun Botterill)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sukses bersama Liverpool justru membuat pelatih Jurgen Klopp takut dengan kematian karena mirip dengan ayahnya, Norbert Klopp, yang meninggal pada 2001 silam.

Klopp memberikan kesuksesan besar untuk Liverpool dalam dua musim belakangan sejak tiba di Kota Pelabuhan itu pada 2015. Bersama The Reds, Klopp mempersembahkan trofi Liga Champions, Piala Super Eropa. Piala Dunia Antarklub, dan Liga Inggris.

Meski demikian, kesuksesan-kesuksesan itu kini justru kerap membuat Klopp teringat dengan mendiang sang ayah. Karena itu juga ia takut 'menyusul' ayahnya.


"Jujur saja itu sulit, dari waktu ke waktu. Apa yang membuatnya sangat aneh adalah, sekarang saya berusia 53 tahun, jika saya duduk di sudut tertentu dan melihat ke cermin, saya takut mati karena saya terlihat persis seperti ayah saya," ujar Klopp dikutip dari Mirror.

Liverpool's manager Jurgen Klopp and Liverpool's Adam Lallana hold the English Premier League trophy following the English Premier League soccer match between Liverpool and Chelsea at Anfield Stadium in Liverpool, England, Wednesday, July 22, 2020. Liverpool are champions of the EPL for the season 2019-2020. The trophy is presented at the teams last home game of the season. Liverpool won the match against Chelsea 5-3. (Laurence Griffiths, Pool via AP)Jurgen Klopp berhasil memberikan beragam gelar untuk Liverpool. (AP/Laurence Griffiths)

"Saya tidak pernah terlihat seperti ayahku seumur hidupku. Saya tampak seperti ibu saya. Tiba-tiba, 'Ini ayahku!'. Sangat gila. Tetapi dukungan tidak pernah berhenti," kata Klopp menambahkan.

Tidak hanya itu, pelatih kelahiran Stuttgart tersebut juga sedih karena tidak bisa berbagi kebahagiaan dengan ayahnya itu.

[Gambas:Video CNN]

Norbert meninggal beberapa bulan sebelum Klopp mengawali kariernya sebagai pelatih dengan menangani Mainz di Liga Jerman pada 2001 silam.

Karier Klopp makin gemilang saat melatih Borussia Dortmund dan merusak dominasi Bayern Munchen di Bundesliga. Prestasi Klopp makin menanjak saat melatih Liverpool pada Oktober 2015. Akan tetapi, Klopp justru sedih karena kesuksesannya itu tidak bisa dibagi dengan ayahnya.

Banner Live Streaming MotoGP 2020

"Ayah saya tidak pernah melihat saya sebagai manajer. Dia meninggal empat bulan sebelum saya menjadi manajer," tutur Klopp.

"Tetapi yang sebenarnya adalah, ayah saya juga seorang pelatih alami. Dia mendorong saya melalui karier saya, tetapi karier [manajerial] saya yang sesungguhnya, dia tidak pernah lihat," ucap Klopp menambahkan.

Bersama Dortmund, Klopp meraih lima trofi, termasuk dua gelar juara Liga Jerman. Klopp lalu pindah ke Liverpool. Ia harus menunggu lebih dari dua musim sebelum sukses bersama The Reds.

Trofi-trofi Klopp di Liverpool baru datang pada musim 2018/2019 saat menjuarai Liga Champions, Piala Super Eropa, dan Piala Dunia Antarklub. Koleksi piala Klopp bertambah saat Jordan Henderson dan kawan-kawan juara Liga Inggris 2019/2020.

(sry/jal)