ANALISIS

Sayup-sayup Liverpool Hancur dan Ikut Jejak MU

nva, CNN Indonesia | Senin, 16/11/2020 19:29 WIB
Para pemain yang absen lantaran beragam faktor bisa melemahkan Liverpool, namun tak menutup kemungkinan The Reds akan sukses mengikuti MU. Liverpool menjalani awal musim yang menantang. (AP/Luca Bruno)
Jakarta, CNN Indonesia --

Di tengah jeda internasional, terdengar kabar mengenai pemain-pemain Liverpool yang mengalami cedera dan terpapar Covid-19 sehingga harus absen membela The Reds dalam lanjutan kompetisi Liga Inggris dan Liga Champions.

Liverpool mengarungi musim baru tanpa banyak melakukan aktivitas bursa transfer. Hanya ada tiga pemain baru yang dibeli, Diogo Jota, Thiago Alcantara, dan Kostas Tsimikas. Selebihnya beberapa pemain datang lantaran masa peminjaman yang telah habis.

'Jangan pernah mengganti tim pemenang', tampaknya kalimat itu dipegang teguh Jurgen Klopp yang ingin membentuk Liverpool menjadi kesebelasan disegani.


Selain faktor kohesi tim, minimnya pembelian pemain tidak lepas dari terpaan pandemi Covid-19 yang turut memengaruhi keuangan klub-klub sepak bola.

Masalah keuangan tampak jelas ketika Liverpool batal membeli Timo Werner dari RB Leipzig. Sebelum Timo Werner menjadi milik Chelsea, sempat gencar disebut penyerang Jerman itu akan menjadi bagian Liverpool. Namun Klopp menyatakan biaya transfer Werner kelewat besar.

Liverpool's Diogo Jota, 20, celebrates scoring his side's first goal with Liverpool's Takumi Minamino, right, during the Champions League Group D soccer match between Liverpool and FC Midtjylland at Anfield stadium, in Liverpool, England, Tuesday, Oct. 27, 2020. (Michael Regan/Pool via AP)Diogo Jota (kiri) baru didatangkan Liverpool pada awal musim. Sementara Takumi Minamino (kanan) sudah digaet pada musim lalu. (Michael Regan/Pool via AP)

Musim baru bergulir, masalah baru tak terhindarkan. Skuad yang diandalkan Klopp perlahan mengalami masalah. Cedera merontokkan satu per satu pemain Merseyside Merah.

Gawang Liverpool seolah menganga tanpa kehadiran Alisson Becker yang sempat mengalami cedera bahu.

Belum lepas dari ketiadaan Alisson, Virgil van Dijk dan Thiago turut didera cedera. Trent Alexander-Arnold, Jordan Henderson, Fabinho, dan Andy Robertson ikut masuk ruang perawatan.

Selain pemain-pemain yang kerap menjadi starter, para penghuni bangku cadangan yang biasa menjadi serep pun tak lepas dari masalah yang akrab menimpa pesepak bola. Joe Gomez, Joel Matip, James Milner, Alex Oxlade-Chamberlain juga pernah merasakan bantuan serius tim medis musim ini.

Banner gif video highlights MotoGP

Di zaman pandemi seperti sekarang, pemain Liverpool pun tak luput dari virus corona. Tsimikas, Thiago, dan Sadio Mane pernah absen lantaran terpapar virus tersebut. Yang terkini, Mohamed Salah dipastikan tidak bisa bermain dalam dua laga Liverpool terdekat lantaran diketahui positif Covid-19.

Beberapa pemain sudah mulai pulih, dari cedera dan dari Covid-19, namun ada yang masih bakal absen.

Tanpa skuad terbaik, Liverpool awal musim ini tetap berada di papan atas Liga Inggris dan memuncaki klasemen Grup D Liga Champions. Namun performa terbaik bisa sulit diraih secara konstan.

Kekalahan dari Arsenal di Piala Liga dan jejak terpuruk di Villa Park menjadi tanda Liverpool musim ini memiliki masalah.

Sementara kemenangan yang diraih Liverpool pun tak semua menunjukkan Mane dan kawan-kawan pantas menang. Ada kalanya, Liverpool dibantu kemujuran.

Liverpool's Diogo Jota, center, celebrates after scoring his second goal against Atalanta during the Champions League, group D soccer match between Atalanta and Liverpool, at the Gewiss Stadium in Bergamo, Italy, Tuesday, Nov. 3, 2020. (Stefano Nicoli/LaPresse via AP)Liverpool masih bisa bersaing di papan atas Liga Inggris. (Stefano Nicoli/LaPresse via AP)

Melihat kompetisi yang masih panjang dan tentunya padat, karena bermain di lebih dari satu ajang, wajar jika Liverpool waswas melihat kelengkapan personel.

Sambil menunggu pemain-pemain sembuh hampir tak ada yang bisa dilakukan kecuali bergantung pada skuad yang tersedia.

Pemain muda menjadi salah satu cara lazim cenderung pasrah untuk menambal tim. Ada peluang pemain muda bakal bersinar, namun proses menyempurnakan talenta muda tidak membutuhkan waktu sebentar.

Setidaknya ada kesempatan mendatangkan pemain jadi pada bursa transfer tengah musim. Meskipun hal ini kembali tergantung kepada alur debit dan kredit kas klub.

Satu hal yang bisa ditekankan Klopp mungkin adalah soal kedisiplinan para pemain di tengah pandemi agar tidak berperilaku sembarangan sehingga merugikan tim.

Sementara permohonan perubahan regulasi pergantian pemain dari tiga pemain ke lima pemain, yang sudah diutarakan Klopp serta manajer-manajer Liga Inggris lain, tampaknya tidak bisa diwujudkan dalam waktu dekat atau bahkan tidak akan berubah selamanya.

Jika saat ini kabar mengenai kelengkapan skuad Liverpool masih belum terdengar nyaring, itu karena The Reds belum hendak bertanding. Sayup-sayup kabar kehancuran klub asal kota pelabuhan mungkin akan terdengar lebih nyaring jelang akhir pekan.

Atau justru kabar tersebut sekadar isapan jempol karena Liverpool bisa bangkit dan mengandalkan pemain yang ada, termasuk pemain muda, karena beberapa dasawarsa lalu Manchester United yang merupakan klub rival mereka mematahkan anggapan 'Anda tidak akan memenangkan apapun bersama anak-anak'.

(nva)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK