ANALISIS

Berani Berharap pada Greysia/Apriyani

Putra Permata Tegar Idaman, CNN Indonesia | Senin, 18/01/2021 11:50 WIB
Greysia Polii/Apriyani Rahayu menyelamatkan wajah Indonesia di Yonex Thailand Open meski ganda putri hanya menjadi andalan keempat. Greysia Polii/Apriyani Rahayu merebut gelar Yonex Thailand Open 2021. (CNN Indonesia/Putra Permata Tegar)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketika Indonesia gagal berharap pada nomor lain yang lebih diandalkan di Yonex Thailand Open 2021, Greysia Polii/Apriyani Rahayu berhasil memastikan Indonesia tidak hampa gelar di turnamen pembuka usai pandemi corona.

Ganda putri dalam kasta peta kekuatan di Pelatnas Cipayung saat ini ada di belakang nomor ganda putra, ganda campuran, dan tunggal putra. Tiga nomor tersebut dianggap punya potensi lebih besar untuk meraih gelar di berbagai turnamen yang diikuti.

Selain materi pemain, hal lain yang jadi alasan kuat adalah nama Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang masih jadi satu-satunya andalan di tengah banyaknya ganda-ganda top dari Jepang, China, Korea, dan juga Thailand.


Di Yonex Thailand Open, Indonesia mengirimkan kekuatan hampir 100 persen terkecuali Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon yang tak bisa tampil karena Kevin positif corona.

GIF Banner Promo Testimoni

Dengan kondisi Jepang dan China tak menurunkan kekuatan terbaiknya, Indonesia jelas menanggung beban lebih berat untuk bisa meraih gelar. Namun nyatanya, satu per satu nomor andalan Indonesia berguguran.

Ganda putra yang di atas kertas masih bisa optimistis, harus gigit jari. Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan tampil di bawah level terbaik dan bahkan gagal menembus babak semifinal.

[Gambas:Video CNN]

Hiburan dan berita baik untuk nomor ganda putra hanyalah kejutan yang dihadirkan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin yang bisa mencapai babak semifinal.

Tunggal putra lewat Jonatan Christie dan Anthony Ginting tumbang di hadapan Viktor Axelsen. Jonatan tidak bisa mengimbangi Axelsen di perempat final, sedangkan Ginting membuang kesempatan untuk menaklukkan Axelsen di semifinal.

Di babak final, Praveen Jordan/Melati Daeva masih berdiri sebagai harapan Indonesia untuk meraih gelar. Tetapi, Praveen/Melati sedang mendapat hari buruk sehingga mereka kalah mudah di game pertama dan tumbang lewat rubber game.

Plus Minus Greysia/Polii

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK