Real Madrid dan Barcelona kompak gagal di Piala Super Spanyol. (AP/Joan Monfort)
Jakarta, CNN Indonesia --
Real Madrid dan Barcelona selalu jadi rival di kompetisi apa pun. Dua tim raksasa di Spanyol itu selalu mematok target untuk mengukir prestasi lebih baik ketimbang sang rival.
Rivalitas itu terus dijaga Madrid dan Barcelona hingga saat ini. Baik soal perburuan gelar di kompetisi domestik maupun Eropa.
Namun, tak seperti biasanya Madrid dan Barcelona kompak gagal di ajang Piala Super Spanyol. Kedua tim sama-sama dipecundangi tim yang di atas kertas lebih inferior, Athletic Bilbao.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Madrid tak berkutik melawan Bilbao di babak semifinal. Skuad asuhan Zinedine Zidane yang diperkuat para pemain terbaiknya malah sempat tertinggal 0-2 lebih dulu.
Real Madrid disingkirkan Athletic Bilbao di semifinal Piala Super Spanyol. (REUTERS/JON NAZCA)
Dua gol yang membawa Bilbao unggul dicetak mantan pemain Atletico Madrid, Raul Garcia. Madrid lantas hanya bisa membalas satu gol melalui Karim Benzema sehingga harus tersingkir di semifinal.
Madrid harus menerima kenyataan pahit. Keberadaan Benzema, Eden Hazard, Toni Kroos, hingga Sergio Ramos tidak cukup untuk menolong mereka satu langkah lebih dekat dengan gelar juara.
Kekalahan mengejutkan Madrid membuat Barcelona difavoritkan untuk bisa mengangkat trofi di Piala Super Spanyol. Barcelona sedang dalam tren positif usai mengukir empat kemenangan beruntun dan pada pertemuan terakhir di markas Bilbao pada ajang La Liga, Blaugrana menang 3-2.
Tren positif plus kemenangan atas Bilbao menebalkan keyakinan Lionel Messi dkk. Terlebih, Barcelona sudah melalui perjuangan keras untuk melangkah ke final usai menang adu penalti atas Real Sociedad di fase sebelumnya.
Gelagat Barcelona bakal juara juga sudah terlihat saat Antoine Griezmann bisa membawa timnya dua kali unggul. Namun, kelengahan para pemain Barcelona membuat Bilbao bisa dua kali menyamakan kedudukan, termasuk gol pada menit-menit akhir yang dicetak Asier Villalibre sehingga laga harus berlanjut ke babak perpanjangan waktu.
Di masa perpanjangan waktu, Barcelona semakin terpojok saat Inaki Williams berbalik membawa Bilbao unggul 3-2. Setelah gol itu, semuanya seperti sudah selesai untuk tim Catalan.
Kekalahan Barcelona semakin terasa pahit karena Messi diusir wasit pada masa injury time babak perpanjangan waktu karena mendorong dengan kasar Villalibre.
Messi bahkan bisa terancam sanksi larangan tampil empat sampai 12 laga jika terbukti bersalah. Sanksi yang akan diterima Messi jelas memberi kerugian besar mengingat peran penting La Pulga di Barcelona.
Kegagalan Barcelona dan Madrid seolah menjadi refleksi dari inkonsistensi kedua tim itu di pentas Eropa dan juga Liga Spanyol. Barcelona dan Madrid sama-sama tidak meyakinkannya di dua ajang itu.
Madrid baru bisa memastikan lolos ke fase gugur Liga Champions di pertandingan terakhir meski berada di grup yang tidak menakutkan. Sedangkan Barcelona hanya bisa lolos sebagai runner up karena kalah bersaing dengan Juventus yang mengalahkan mereka dengan skor telak 0-3 di Camp Nou, Desember 2020 lalu.
Di Liga Spanyol, Barcelona dan Madrid yang biasanya bergantian jadi penguasa justru berada di bawah Atletico Madrid. Luis Suarez dkk tancap gas sejak awal musim memanfaatkan kelengahan Madrid dan Barcelona.
Atletico menempati puncak klasemen walau baru 16 kali bertanding pada musim ini. Los Colchoneros unggul empat poin atas Madrid dan tujuh poin atas Barcelona yang sudah memainkan 18 pertandingan.
Barcelona dan Real Madrid harus bermain lebih konsisten agar tak hampa gelar di akhir musim. (REUTERS/MARCELO DEL POZO)
Dengan kondisi di klasemen saat ini, Madrid dan Barcelona bakal sulit mengejar Atletico jika tak kunjung mampu tampil konsisten. Apalagi, Madrid dan Barcelona sudah cukup sering terpeleset di Liga Spanyol musim ini.
Madrid yang berada di peringkat kedua sudah empat kali imbang dan tiga kali kalah. Jumlah laga imbang serupa dicatat Barcelona tetapi tim yang bermarkas di Camp Nou itu sudah empat kali kalah pada musim.
Alih-alih ingin mengejar Atletico, Madrid dan Barcelona justru harus mewaspadai tim peringkat keempat, Villarreal yang baru sekali kalah dalam 15 laga terakhir. Oleh karena itu, penting buat Madrid dan Barcelona untuk fokus di sisa musim ini.
Jika itu tak bisa dilakukan maka Madrid dan Barcelona berpotensi mengakhiri musim tanpa gelar besar di sisa musim ini. Khusus buat Barcelona, musim tanpa gelar seperti musim lalu jelas pantang untuk terulang kembali pada musim ini buat tim sebesar mereka.
Jakarta, CNN Indonesia --
Real Madrid dan Barcelona selalu jadi rival di kompetisi apa pun. Dua tim raksasa di Spanyol itu selalu mematok target untuk mengukir prestasi lebih baik ketimbang sang rival.
Rivalitas itu terus dijaga Madrid dan Barcelona hingga saat ini. Baik soal perburuan gelar di kompetisi domestik maupun Eropa.
Namun, tak seperti biasanya Madrid dan Barcelona kompak gagal di ajang Piala Super Spanyol. Kedua tim sama-sama dipecundangi tim yang di atas kertas lebih inferior, Athletic Bilbao.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Madrid tak berkutik melawan Bilbao di babak semifinal. Skuad asuhan Zinedine Zidane yang diperkuat para pemain terbaiknya malah sempat tertinggal 0-2 lebih dulu.
Real Madrid disingkirkan Athletic Bilbao di semifinal Piala Super Spanyol. (REUTERS/JON NAZCA)
Dua gol yang membawa Bilbao unggul dicetak mantan pemain Atletico Madrid, Raul Garcia. Madrid lantas hanya bisa membalas satu gol melalui Karim Benzema sehingga harus tersingkir di semifinal.
Madrid harus menerima kenyataan pahit. Keberadaan Benzema, Eden Hazard, Toni Kroos, hingga Sergio Ramos tidak cukup untuk menolong mereka satu langkah lebih dekat dengan gelar juara.
Kekalahan mengejutkan Madrid membuat Barcelona difavoritkan untuk bisa mengangkat trofi di Piala Super Spanyol. Barcelona sedang dalam tren positif usai mengukir empat kemenangan beruntun dan pada pertemuan terakhir di markas Bilbao pada ajang La Liga, Blaugrana menang 3-2.
Tren positif plus kemenangan atas Bilbao menebalkan keyakinan Lionel Messi dkk. Terlebih, Barcelona sudah melalui perjuangan keras untuk melangkah ke final usai menang adu penalti atas Real Sociedad di fase sebelumnya.
Gelagat Barcelona bakal juara juga sudah terlihat saat Antoine Griezmann bisa membawa timnya dua kali unggul. Namun, kelengahan para pemain Barcelona membuat Bilbao bisa dua kali menyamakan kedudukan, termasuk gol pada menit-menit akhir yang dicetak Asier Villalibre sehingga laga harus berlanjut ke babak perpanjangan waktu.
Di masa perpanjangan waktu, Barcelona semakin terpojok saat Inaki Williams berbalik membawa Bilbao unggul 3-2. Setelah gol itu, semuanya seperti sudah selesai untuk tim Catalan.
Kekalahan Barcelona semakin terasa pahit karena Messi diusir wasit pada masa injury time babak perpanjangan waktu karena mendorong dengan kasar Villalibre.
Messi bahkan bisa terancam sanksi larangan tampil empat sampai 12 laga jika terbukti bersalah. Sanksi yang akan diterima Messi jelas memberi kerugian besar mengingat peran penting La Pulga di Barcelona.
Atletico Madrid berlari kencang dalam perburuan gelar Liga Spanyol. (REUTERS/VINCENT WEST)
Kegagalan Barcelona dan Madrid seolah menjadi refleksi dari inkonsistensi kedua tim itu di pentas Eropa dan juga Liga Spanyol. Barcelona dan Madrid sama-sama tidak meyakinkannya di dua ajang itu.
Madrid baru bisa memastikan lolos ke fase gugur Liga Champions di pertandingan terakhir meski berada di grup yang tidak menakutkan. Sedangkan Barcelona hanya bisa lolos sebagai runner up karena kalah bersaing dengan Juventus yang mengalahkan mereka dengan skor telak 0-3 di Camp Nou, Desember 2020 lalu.
Di Liga Spanyol, Barcelona dan Madrid yang biasanya bergantian jadi penguasa justru berada di bawah Atletico Madrid. Luis Suarez dkk tancap gas sejak awal musim memanfaatkan kelengahan Madrid dan Barcelona.
Atletico menempati puncak klasemen walau baru 16 kali bertanding pada musim ini. Los Colchoneros unggul empat poin atas Madrid dan tujuh poin atas Barcelona yang sudah memainkan 18 pertandingan.
Barcelona dan Real Madrid harus bermain lebih konsisten agar tak hampa gelar di akhir musim. (REUTERS/MARCELO DEL POZO)
Dengan kondisi di klasemen saat ini, Madrid dan Barcelona bakal sulit mengejar Atletico jika tak kunjung mampu tampil konsisten. Apalagi, Madrid dan Barcelona sudah cukup sering terpeleset di Liga Spanyol musim ini.
Madrid yang berada di peringkat kedua sudah empat kali imbang dan tiga kali kalah. Jumlah laga imbang serupa dicatat Barcelona tetapi tim yang bermarkas di Camp Nou itu sudah empat kali kalah pada musim.
Alih-alih ingin mengejar Atletico, Madrid dan Barcelona justru harus mewaspadai tim peringkat keempat, Villarreal yang baru sekali kalah dalam 15 laga terakhir. Oleh karena itu, penting buat Madrid dan Barcelona untuk fokus di sisa musim ini.
Jika itu tak bisa dilakukan maka Madrid dan Barcelona berpotensi mengakhiri musim tanpa gelar besar di sisa musim ini. Khusus buat Barcelona, musim tanpa gelar seperti musim lalu jelas pantang untuk terulang kembali pada musim ini buat tim sebesar mereka.